Masih Ditemukan 30 TKA di Sanggau, Dewan Sanggau Minta Perketat Pengawasan

Anggota DPRD Kabupaten Sanggau, Konggo Tjintalong Tjondro meminta Instansi terkait memperketat pengawasan Tenaga Kerja Asing

Masih Ditemukan 30 TKA di Sanggau, Dewan Sanggau Minta Perketat Pengawasan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/HENDRI CHORNELIUS
Anggota DPRD Kabupaten Sanggau, Ir Konggo Tjintalong Tjondro 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hendri Chornelius

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Anggota DPRD Kabupaten Sanggau, Konggo Tjintalong Tjondro meminta Instansi terkait memperketat pengawasan Tenaga Kerja Asing (TKA) di Indonesia.

Hal itu dilakukan mengingat, beberapa waktu lalu saat Tim Satgas TKA bersama Imigrasi Klas II Entikong melakukan sidak di PT Bintang Barito Jaya (BBJ) di perbatasan Desa Sungai Tekam dan Desa Malenggang, Kecamatan Sekayam, dan ditemukan 30 TKA asal Tiongkok.

Baca: Hari Pertama Masuk Kerja ASN Kota Pontianak Disidak

“Kita juga bertanya, mengapa itu bisa lolos. Seharusnya sebelum mereka mengeluarkn surat kan pasti ada telah. Kita minta yang berwenang untuk mengusut itu. Bagaimana barang ini bisa lolos. Karena berdasarkan aturan pemerintah, TKA hanya boleh untuk tingkat manajer, bukan buruh kasar,” katanya, Kamis (21/6).

Saat disidak, ditemukan antara dokumen dan pekerjaan di lapangan berbeda. Di dokumen tertulis berjabatan manajer, ternyata di lapangan bekerja sebagai buruh kasar.

“Mereka akali dokumen ini, makanya kita minta aparat hukum untuk mencari, siapa yang mengeluarkan barang ini. Ini kan akal-akalan. Supaya mereka bisa masuk, diubah status jabatannya,” tegasnya.

Untuk itu, ia meminta pintu masuk diperketat. Apabila memang ditemukan tidak sesuai, segera deportasi. “Ada susah juga, mengapa barang itu bisa lolos. Apakah kurang personel pengawasan. Mungkin mereka meminta izin berdasarkan permohonan, bisa juga kan. Justeru kita minta aparat untuk melakukan penyelidikan, ” tuturnya.

Dikatakan Politisi Partai Golkar Sanggau itu, aebenarnya masuknya sesuai prosedur atau memang tidak sesuai prosedur tetap diakomodir. Hal serupa sudah banyak terjadi.

“Di Ketapang pun terjadi juga. tambang-tambang sebelumnyakan banyak TKA asal Tiongkok. Kita minta Disnakertrans lebih gencar melakukan pengawasan terhadap TKA-TKA ini. Sesuai tidak dengan dokumen mereka, kita berharap tidak ada unsur yang bermainlah,” pungkasnya.

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved