RSUD Sintang Belum Miliki Fasilitas Cuci Darah, Pasien Terpaksa Dirujuk Keluar

Direktur RSUD Ade M. Djoen Sintang, dr Rosa Trifina menyampaikan bahwa memang saat ini pihaknya belum ada fasilitas pelayanan

RSUD Sintang Belum Miliki Fasilitas Cuci Darah, Pasien Terpaksa Dirujuk Keluar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/WAHIDIN
Direktur RSUD Ade M. Djoen Sintang, dr Rosa Trifina 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Direktur RSUD Ade M. Djoen Sintang, dr Rosa Trifina menyampaikan bahwa memang saat ini pihaknya belum ada fasilitas pelayanan bagi pasien yang membutuhkan cuci darah sehingga terpaksa harus merujuk pasien ke rumah sakit lainnya.

"Selama ini, kalau cuci darah dilarikan ke luar Sintang, rumah sakit yang sudah mempunyai fasilitas itu. Ada yang ke Sanggau dan ada yang ke Pontianak," ujar Rosa saat ditemui Tribun Pontianak, Rabu (20/6/2018) pagi.

Rosa menjelaskan bahwa tidak adanya pelayanan cuci darah di RSUD Sintang bukan karena tidak adanya fasilitas dan peralatan, namun masih menunggu dan mempersiapkan berbagai tahapan yang harus dijalani.

Baca: Keren! Ini 10 Kolam Renang Unik dan Menarik yang Ada di Dunia, Indonesia Termasuk Nih

"Mulai dari tempat, perizinan yang harus dari beberapa pihak terkait. Dia harus divisitasi berkali-kali oleh Dinkes Kabupaten, Provinsi, Pernefri. Kemudian mencari dokter penanggungjawab menjadi konsultan," katanya.

Selain itu, pihaknya juga harus melatih SDM yang nantinya akan bertugas, mulai dari dokter umum hingga dokter spesialis. Pihaknya pun kembali harus mencari rumah sakit mana yang bisa menerima untuk pelatihan.

"Itu inden, tidak bisa kita misalnya menentukan mengirim SDM pelatihan di RS A dan B. Kita hanya mengajukan permohonan, tapi keputusannya itu menunggu jadwal dari diklatnya yang kita tuju," paparnya.

Menurutnya, untuk persiapan sendiri sebelumnya sudah dilaksanakan. Namun memang dokter yang menjadi konsultan mengalami musibah sakit. Sehingga saat ini, pihaknya kemudian kembali mencari dokter penggantinya.

"Kami harus mencari dokter lain lagi jadi konsultan, dan harus mencari ke luar Kalbar. Namun jika tidak ada kendala, tim kami akan berupaya dua bulan ke depan kita sudah bisa melaksanakan itu," pungkasnya.

Penulis: Wahidin
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved