Launching Buku 'Eko-Pastorak Laudato Si' Menuju Kalimantan Baru' Keuskupan Gelar Pertemuan Regio

Keuskupan Agung Palangkaraya pada tanggal 19-22 Juni 2018 gelar pertemuan ini yang dihadiri oleh 8 Keuskupan Kalimantan

Launching Buku 'Eko-Pastorak Laudato Si' Menuju Kalimantan Baru' Keuskupan Gelar Pertemuan Regio
TRIBUN/ISTIMEWA
Bapak Dr. Leo sedang menyampaikan visi misi buku Eko Pastoral Laudato Si' Menuju Kalimantan Baru Di Aula Wisma Unio Keuskupan Palangkaraya. 

Citizen Reporter

Ketua BPK PMKRI Pontianak

Fransiska Dena Lorenza

TRIBUNPONTIANAK CO.ID, SINGKAWANG - Pertemuan Regio Kalimantan Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi, Komisi Keadilan dan Perdamaian, Pastoral Migrant Perantau dan Caritas (PSE-KKP-PMP-Caritas) yang diadakan di Keuskupan Agung Palangkaraya pada tanggal 19-22 Juni 2018.

Pertemuan ini dihadiri oleh 8 Keuskupan yang ada di Regio Kalimantan diantaranya Keuskupan Tanjung Selor, Keuskupan Banjarmasin, Keuskupan Palangkaraya, Keuskupan Samarinda, Keuskupan Ketapang, Keuskupan Agung Pontianak, Keuskupan Sanggau, dan Keuskupan Sintang.

Baca: Soal Swasembada Pangan, Ini Kata Pasangan Muda - Jiwo

Dalam sesi pertama pada hari kedua pertemuan diawali dengan Launching buku gerakan Kalimantan baru yang mana salah satu tim perumus buku Eko-Pastoral Laudato Si' menuju Kalimantan Baru ini adalah Bapak Dr. Leo Sutrisno dengan tema mewujudkan tanah Kalimantan rumah kita bersama.

Beliau mengatakan latar belakang dari perumusan buku gerakan Kalimantan baru ini mendalami apa yang menjadi keinginan Bapa Suci Paus Fransiskus yang mana dalam pendahuluan suka cita Injil memenuhi hati dan hidup semua orang yang berjumpa dengan Yesus, mereka membiarkan dirinya diselamatkan oleh Yesus dan dibebaskan oleh kesedihan. (Rabu, 20/06/2018)

Dalam kesempatan yang sama beliau juga mengatakan sasaran dari buku ini adalah yang pertama bapa suci membuka satu tahapan baru dari pewartaan kabar sukacita yang ditandai dengan sukacita. Kedua bapa suci menunjukkan jalan jalan baru dari penjabaran yang ditunjukkan oleh bapa suci.

Dalam pendahuluan buku dikatakan bahwa menjadi murid misioner menuntut gerak keluar dari zona nyaman dan selalu berbuat kebaikan bahkan dari prosesnya.

Pada penyampaian sesi nya beliau memutarkan lagu ibu Pertiwi kepada para peserta, "Lagu ibu Pertiwi mewakili perasaan kita untuk bumi Kalimantan saat ini", ucap beliau usai memutar lagu ibu Pertiwi.

"Gerakan Kalimantan baru menjadi rumah kita bersama, itu yang diinginkan oleh paus Fransiskus dan Kalimantan bagian dari itu", tutur beliau dihadapan 60 orang peserta pertemuan Regio Kalimantan.

Beliau juga menyampaikan visi gerakan Kalimantan baru yakni yang pertama "tanah Kalimantan adalah rumah kita bersama yang menjaga keutuhan ciptaan dengan semangat Injil dan nilai rumah panjang yang kedua atas dasar iman kristiani kita menyatakan bahwa tanah Kalimantan itu adalah 'rumah' yang diberikan Tuhan untuk semua ciptaanNya, manusia dan segenap makhluk lain yang tinggal di pulau ini. Yang ketiga yakni Tuhan memberi kepercayaan mulia kepada manusia, yakni agar memelihara keutuhan lingkungan yang terdiri atas: manusia, hewan, tetumbuhan, dan semua benda di alam tanah Kalimantan.

Selain visi gerakan, beliau juga menyampaikan misi gerakan Kalimantan baru itu adalah menghidupi spiritual dan yang kedua meningkatkan kesejahteraan. Tujuan mewujudkan gerakan Pastoral yang mengupayakan kesalehan ekologis umat beriman

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved