Pilkada Pontianak

Jaga Aliran Air, Satarudin Akan Kembalikan Pontianak Kota Seribu Parit

Kami akan buat saluran ekonomi kreatif agar pelaku usaha ini bisa berkelanjutan dan mandiri

Jaga Aliran Air, Satarudin Akan Kembalikan Pontianak Kota Seribu Parit
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Pasangan calon wali kota Pontianak nomor urut 3, Satarudin dan Alfian Aminardi pada Debat kandidat pasangan calon Wali Kota dan wakil Wali Kota Pontianak di hotel Aston Pontianak, Selasa (19/6/2018) pukul 19.30 WIB. Debat paslon Wali kota Pontianak periode 2018-2023 ini mengangkat tema Kota Pontianak yang Inovatif, maju, dan terdepan di Indonesia. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pasangan nomor tiga, Satarudin-Alfian Aminardi akan membuat kebijakan terkait setiap pasar modern seperti supermarket harus wajib menjual produk UMKM untuk menjaga keberlanjutan UMKM, namun untuk memasulam produk pada superman maupun mal-mal tentu produknya harus memiliki kualitas dan layak dipajang dipasar modern.

Selain itu, untuk menjaga pasar tradisional dari gerusan pasar modern, perlu peningkatan kualitas pasar tradisional yang ada dan pengelolaan yang maksimal.

(Baca: Jadi Wali Kota, Satarudin Akan Bangun Rumah Sakit  di Pontianak Utara )

"Untuk menjaga pasar tradisional, membuat aturan setiap tokoh modern wajib menjual barang UMKM dan aturan jelas kalau pasar modern sudah diatur mengenai dimana letaknya harus berdiri dan sebagainya," ucap Satarudin, Selasa (19/6/2018).

Selain itu, untuk menjaga daerah resapan dimana Kota Pontianak bagian Utara dan Tenggara merupakan daerah lahan gambut, maka menurutnya perlu atuean tegas yang mengatur arus pembangunan supaya daerah resapan ini terjaga.

Satarudin juga akan mengembalikan kota seribu parit untuk menjaga aliran air sehingga mampu mencegah terjadinya genangan. Perlu nya koneksitas saluran yang ada.

(Baca: Ditanya Kebijakan Mengenai Pasar Modern dan Pasar Tradisional, Ini Penjelasan Edi Kamtono )

Maka menurutnya perlu adanya aturan yang tegas terhadap pembangunan di Kota Pontianak ini.

Untuk menjawab mengenai angka pengangguran di Kota Pontianak yang kini sudah memasuki masa bonus demografi, Satar tegaskan perlu adanya reformasi pendidikan dengan memberikan pembekalan keterampilan pada para siswa agar siap masuk dunia kerja ataupun melanjutkan diperguruan tinggi. Pelaku usaha kreatif atau UMKM harus diberikan akses modal tanpa bunga sehingga bisa melakukan usaha.

"Kami akan buat saluran ekonomi kreatif agar pelaku usaha ini bisa berkelanjutan dan mandiri kedepannya tentunya mereka juga harus diberikan pelatihan dan kemampuan," jelasnya.

Penulis: Syahroni
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved