Gempa Guncang Osaka, 4 Korban Dinyatakan Tewas dan Ratusan Lainnya Cedera
Badan Survei Geologi Amerika Serikat mencatatkan, gempa yang pada pukul 08.00 waktu setempat itu mencapai 5,3 magnitudo
Penulis: Dhita Mutiasari | Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Korban tewas gempa yang mengguncang Osaka di Jepang pada Senin (18/6/2018) pagi bertambah menjadi empat orang dan melukai lebih dari 380 orang.
Korban jiwa terakhir diidentifikasi sebagai seorang perempuan berusia 81 tahun.
Dia meninggal setelah terjebak di bawah lemari kabinet di dalam rumahnya.
Selain itu, seorang bocah perempuan berusia 9 tahun tewas karena tertimpa dinding sekolahnya yang roboh akibat gempa.
Baca: Seleksi Penerimaan CPNS 2018 : BKN Imbau Masyarakat Berhati-hati Atas Informasi Penerimaan
Baca: Lebaran Hari Kelima, Rutan Kelas 2 B Mempawah Didatangi Ribuan Orang
Baca: KPU RI Tetapkan Nama Calon Anggota KPU Kabupaten dan Kota, Berikut 3 Nama Teratas KPU Melawi
Dua korban lainnya merupakan pria lansia berumur 80 tahun yang tewas terkena runtuhan tembok, dan pria berusia 84 tahun yang tertindih lemari buku di rumahnya.
"Sejauh ini, kami mengonfirmasi bahwa empat orang tewas dan 381 orang mengalami cedera," kata juru bicara utama pemerintah Yoshihide Suga, Selasa (19/6/2018).
Badan Survei Geologi Amerika Serikat mencatatkan, gempa yang pada pukul 08.00 waktu setempat itu mencapai 5,3 magnitudo.
Sementara, Badan Meteorologi Jepang mendeteksi kekuatan gempa sebesar 5,9 magnitudo.
Otoritas terkait memperingatkan kemungkinan terjadinya gempa susulan yang kuat selama beberapa pekan ke depan, terutama dua hingga tiga hari setelah gempa kemarin.
Kementerian Pendidikan Jepang menginstruksikan lembaga pendidikan nasional untuk memeriksa bangunan sekolah.
Lebih dari 500 sekolah dasar dan menengah di Osaka dan empat prefektur lainnya mengalami kerusakan bangunan, seperti langit-langit yang runtuh dan kaca pecah.
"Pemerintah akan terus berupaya untuk menyelamatkan orang," kata Suga.
Kantor pemerintahan Osaka menyebutkan, sebanyak 108.000 rumah tangga tidak dapat dialiri air dan gas akibat gempa.
Aliran listrik yang sempat padam di sekitar 170.000 rumah sudah dapat dinyalakan dalam beberapa jam.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gempa di Osaka Telan 4 Korban Jiwa, 500 Sekolah Mengalami Kerusakan",
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/ilustrasi-gempa_20150925_221438.jpg)