Pilkada Pontianak

Debat Publik Pilwako Pontianak, Ini Analisis Pengamat Politik Untan

debat publik dapat meningkatkan perolehan suara. Jika awalnya jumlah suara kecil, bisa saja terdongkrak usai debat publik

Debat Publik Pilwako Pontianak, Ini Analisis Pengamat Politik Untan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / FILE
Pengamat Politik Untan, Ngusmanto 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Pengamat Politik Untan, Ngusmanto mengatakan banyak manfaat yang bisa diperoleh oleh para pasangan calon (paslon) usai debat publik Pemilihan Wali Kota Pontianak-Wakil Wali Kota Pontianak Periode 2018-2023 yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pontianak di Hotel Aston Pontianak, Selasa (19/6/2018) malam 

Apa saja ya manfaatnya ? Simak analisis lengkapnya dalam komentar di bawah ini :

“Debat publik adalah salah satu strategi kampanye juga yang dilakukan oleh pasangan calon (paslon). Walaupun debat publik diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Jika ditanyakan apa sih manfaat debat publik itu ? Pertama, tentu meningkatkan popularitas supaya masyarakat tahu apa yang menjadi visi, misi, program kerja dan janji-janji politik para kandidat.

Kedua, debat publik meningkatkan simpatik bagi para pemilih atau calon pemilh yang belum mempunyai pilihan tetap atau swing voter. Jadi, debat publik bisa membat pemilih semakin mantap.

(Baca: Chatarina: Masyarakat masih Keluhkan Silitnya Keterbukaan Informasi Badan Publik )

Namun, perlu kita pahami juga bahwa debat publik itu ternyata dalam hal tertentu hanya sebagian warga saja yang berminat untuk mendengar, apalagi durasinya lumayan panjang. Sebagian warga ada yang memilih membaca melalui surat kabar harian terkait informasi para paslon.

Ketiga, debat publik dapat meningkatkan perolehan suara. Jika awalnya jumlah suara kecil, bisa saja terdongkrak usai debat publik.

Melalui komunikasi debat publik yang disiarkan secara langsung oleh stasiun televisi, maka warga bisa terjangkau semua. Dengan catatan, masyarakat itu menyaksikan siaran televisi itu.

Mau tidak mau para kandidat paslon harus mengacu kepada visi dan misi Kota Pontianak. Kota Pontianak itu bukan hanya dalam jangka waktu lima tahun saja, tapi 20 tahun ke depan. Dalam visi dan misi itu seharusnya tidak terlalu jauh dari konteks Kota Pontianak sebagai Kota Khatulistiwa dengan perdagangan dan jasa bertaraf internasional serta berwawasan lingkungan.

(Baca: Sujadi Optimistis Pilwako Pontianak Berjalan Kondusif )

Halaman
12
Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved