Wakil Ketua DPRD Ketapang: Racun Ikan di Sungai Pawan Bahayakan Masyarakat

Wakil Ketua DPRD Ketapang, Jamhuri Amir mengecam aktivitas meracun ikan di sungai.

Wakil Ketua DPRD Ketapang: Racun Ikan di Sungai Pawan Bahayakan Masyarakat
TRIBUNPONTIANAK/SUBANDI
Wakil Ketua DPRD Ketapang, Jamhuri Amir saat diwawancarai awak media di ruang kerjanya, Kamis (22/6). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Subandi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG –  Wakil Ketua DPRD Ketapang, Jamhuri Amir mengecam aktivitas meracun ikan di sungai. Lantaran sangat berdampak negatif terhadap ekosistem di sungai tersebut.

Sebab anak-anak ikan dan udang pasti ikut mati terkena racun itu.

Kemudian juga berdampak negatif bagi masyarakat khususnya yang berada di pinggir Sungai Pawan. Serta terhadap pelanggan pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Ketapang sebagai pengguna air sungai itu untuk keperluan sehari-hari.

Baca: Diduga Ada Peracun Ikan di Sungai Pawan, Kecaman Dilontarkan PSP Pedas Ketapang

“Kita sangat mengecam perbuatan meracuni sungai itu. Sebab tidak hanya merusak habitat makhluk hidup di sungai tersebut. Tapi juga berdampak negatif pada manusia,” kata Jamhuri kepada awak media di Ketapang, Senin (18/6/2018).

Ia berharap pelaku peracun ikan dan udang di sungai tersebut sadar. Serta tidak mengulanggi lagi perbuatannya yang pasti hanya berdampak negatif dan merugikan. Kemudian kepada aparat penegak hukum seperti Kepolisian.

Jamhuri juga berharap agar melakukan pengawasan dan penindakan terhadap pelaku. “Langkah awal melakukan tindakan preventif atau sosialisasi bahwa itu tak boleh. Kemudian memberikan peringatan kepada pelaku agar tak mengulangi perbuatannya,” sarannya.

“Jika kedepan masih ada yang meracuni sungai untuk menangkap ikan lagi. Maka harus diberi saksi tegas agar ada efek jera bagi pelaku dan yang lainnya. Semoga kedepan tidak ada lagi yang meracuni sungai di Ketapang ini,” harapnya.

Penulis: Subandi
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved