Diduga Ada Peracun Ikan di Sungai Pawan, Kecaman Dilontarkan PSP Pedas Ketapang

Ketua PSP PEDAS Ketapang, Hery Susanto membenarkan kejadian ada oknum yang meracuni Sungai Pawan tersebut.

Diduga Ada Peracun Ikan di Sungai Pawan, Kecaman Dilontarkan  PSP Pedas Ketapang
IST
Ikan mati menyangkut dijaring warga di Sungai Kecamatan Manis Mata, Selasa (25/8). Ikan-ikan ini mati diduga karena air sungai tercemar rancun. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Subandi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG – Belum lama ini ditemukan banyak anak udang mati di tepi Sungai Pawan dekat Jembatan Pawan II Ketapang.

Hal tersebut diunggah di akun Facebook grup Pemancing Sungai Pawan dan Pemerhati Daerah Aliran Sungai (PSP Pedas) Ketapang.

Ketua PSP PEDAS Ketapang, Hery Susanto membenarkan kejadian ada oknum yang meracuni Sungai Pawan tersebut.

Pihaknya sangat menyayangkan dan mengecam perbuatan pelaku yang bisa merusak ekosistem di Sungai Pawan itu.

Baca: Prajurit Jajaran TNI AL Pontianak Hadiri Open House Danlantamal XII

“Kejadian sempat direkam oleh warga dan dibagikan di media sosial dan kita posting juga di Grup FacebookPSP Pedas. Info yang kita dapat peracunan itu pada Minggu, 17 Juni pagi,” kata Hery kepada awak media di Ketapang, Senin (18/6/2018).  

Namun hingga saat ini pihaknya tak mengetahui siapa pelaku peracun di sungai itu. “Siapa pun pelakunya kita sebagai pemerhati aliran sungai mengecamnya. Aksi meracuni sungai itu bukan cara beradap untuk menangkap ikan,” tegasnya.

Ia mengungkapkan peracun ikan atau udang di Sungai Pawan ini bukan kejadian pertama. Tapi sudah beberapa kali terjadi khususnya di sungai pawan dekta perkotaan. “Sekali sungai diracuni banyak ikan dan udang yang mati,” ungkapnya.

“Bukan hanya induk tapi anak-anak ikan dan udang ikut mati begitu saja. Jadi aksi tersebut berdampak buruk bagi ekosistem sungai. Sebab peracunan sungai itu induk hingga benih-benih ikan dan udang banyak yang mati,” lanjutnya.

Menurutnya jika hal tersebut terus terjadi maka lambat laun ikan dan udang di Sungai Pawan terus berkurang bahkan bisa punah.

“Dampak lain juga bisa membahayakan masyarakat yang menggunakan air Sungai Pawan itu,” ujarnya.

“Termasuk terhadap pelanggan PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum-red) Ketapang. Sebab sumber air PDAM Ketapang berasal dari Sungai Pawan. Jadi kita mengajak semua agar sadar dan jangan meracuni sungai lagi,” sambungnya.

Penulis: Subandi
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved