Kapal Tenggelam di Perairan Makassar, 15 Orang Ditemukan Tewas

Dua dari delapan korban yang hilang dalam kecelakaan karamnya kapal nelayan di perairan Makassar ditemukan meninggal.

Editor: Dhita Mutiasari
KOLASE/Tribun Video
Insiden Kapal Karam di Selat Makassar, 15 Orang Meninggal, Puluhan Lainnya Belum Ditemukan 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Insiden kapal motor karam terjadi di perairan Selat Makassar, Rabu (13/6/2018) sekitar pukul 12.45 WITA.

Kapal tersebut merupakan sarana transportasi antar kota Makasasar dengan pulau kecil di sekitarnya.

Hingga kini, jumlah sementara korban meninggal akibat kecelakaan itu bertambah menjadi 15 orang.

Baca: Satu daru Dua Siswa SD Yang Tenggelam Ditemukan Tewas, Kades Beberkan Kronologinya

Baca: Kabar Bahagia untuk yang Takut Ular, Inilah Daratan di Bumi yang Tidak Dihuni Ular

Dua dari delapan korban yang hilang dalam kecelakaan karamnya kapal nelayan di perairan Makassar ditemukan meninggal. Dua korban tersebut yakni Soraya (6) dan Indriani (7).

Temuan ini menambah daftar korban meninggal yang sebelumnya berjumlah 13 orang.

Baca: Ramalan Zodiak - Nikmatilah Hari Ini, Banyak Hal Menyenangkan Kamu Alami

"Jenazahnya dibawa ke Rumah Sakit Jalla Ammari TNI Angkatan Laut, namun dipindahkan ke RS Bayangkara," ujar Koordinator Rescuers SAR Gabungan, Nasaruddin di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (14/6/2018).

Berdasarkan informasi yang diperoleh, kedua jasad bocah tersebut tanpa sengaja ditemukan tim Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Pelabuhan Makassar Rabu (13/6/2018).

Saat itu sudah tengah malam dan instruksi penghentian sementara pencarian korban sudah dikeluarkan. Pencarian akan dilanjutkan keesokan harinya.

Namun saat akan mengikat bangkai kapal agar tidak bergerak dan memudahkan pencarian tim melihat ada kaki di dalam kapal tersebut, sekitar pukul 00.40 WITA. Tim KPLP pun langsung mengevakuasi dengan mengangkat kedua jenazah anak tersebut.

"Keduanya terjepit pada daerah permesinan kapal tempat penampungan solar, sehingga kedua jasadnya ditemukan dalam kondisi kulit menghitam karena terkena solar," tambahnya. Barang lain milik korban, seperti dua kacamata, tas masih baru hingga dompet korban yang masih selamat ditemukan, dan telah diamankan oleh tim KPLP, selanjutnya diserahkan ke posko utama.

Pagi ini tim gabungan kembali mengerahkan dua kapal motor milik Basarnas untuk mencari 6 korban lainnya.

Dibantu dua kapal rakit bermotor mereka menyisir lokasi titik tenggelamnya kapal. Start dari dermaga Pelabuhan Rakyat Paotere, tim gabungan terdiri dari SAR Unhas, SAR UNM, BPBD Makassar, Damkar, Kepolisian, KPLP, PMI, Basarnas, TNI AL, dan tim penyelam turun melakukan penyisiran di lokasi kejadian kapal tenggelam tersebut.

Sebelumnya, berdasarkan kronologis kejadian, pada Rabu (13/6) pukul 12.45 WITA, terjadi kecelakaan di perairan Makassar (perairan Gusung) Kecamatan Ujung Tanah Makassar, perahu KM Arista tenggelam.

Kapal yang dinakhodai Kila dengan puluhan penumpang itu, bergerak dari Pelabuhan Paotere menuju Pulau Barrang Lompo, Kelurahan Barrang Lompo Makassar Kecamatan Sangkarrang, Makassar.

Namun di pertengahan jalan, kapal oleng dihempas ombak, karena diduga muatan berlebihan sehingga membuat kapal tidak bisa dikendalikan dan akhirnya terbalik dan selanjutnya karam. Dalam kejadian itu, sebanyak 13 orang dinyatakan meninggal dunia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kapal Karam di Makassar, Korban Tewas Bertambah Jadi 15 Orang", 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved