Herman Hofi Sayangkan Terjadinya Kembali Kecelakaan Kapal Ferry Bardan-Siantan

Terjadinya peristiwa kecelakaan sebuah truk yang terjun bebas dari Kapal Ferry rute Dermaga Bardan menuju Siantan sangat disayangkan

TRIBUN PONTIANAK/SYAHRONI
Anggota DPRD Kota Pontianak, Herman Hofi Munawar. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Terjadinya peristiwa kecelakaan sebuah truk yang terjun bebas dari Kapal Ferry rute Dermaga Bardan menuju Siantan sangat disayangkan oleh Anggota DPRD Kota Pontianak, Herman Hofi Munawar.

Menurut Politisi PPP ini, seharusnya ASDP memperhatikan keselamatan para pengguna jasa penyeberangan itu. Kemudian dalam hal ini, Dinas Perhubunganpun juga dimintanya harus mengawasi kinerja ASDP tersebut dalam rangka memproteksi keselamatan para pengguna jasa.

Baca: Monitoring Alat Transportasi, Forkopimda Sambas Dorong Bus Damri Sambas-Pontianak yang Mogok

"Ketika ada MoU kesepakatan, nah itu harus menjadi pegangan utama, pastinya kalau ada satu diantara klausul dan item dari MoU itu dilanggar salah satu pihak maka akan jadi masalah. Termasuklah dengan adanya janji untuk mengadakan kapal yang lebih besar maka harus dipenuhi," ucap Herman Hofi Munawar saat diwawancarai, Jumat (8/6/2018).

Seharusnya dari jauh hari sudah ada sikap tegas dari Dishub Kota Pontianak, ketika ada komponen maupun item yang ada di dermaga yang membahayakan pengguna jasa. Harus ada sikap tegas dari pihak perhubungan jangan biarkan dibiarkan sampai menimbulkan kecelakaan.

"Barang ini sudah terjadi dan beberapa kali juga terjadi bahkan dulu ada yang meninggal, ini kembali terulang. Ini adalah bentuk kelalaian ASDP dan dinas terkait yang mengawasi kinerja dari ASDP itu sendiri. Ok lah, kita tak perlu menyalahkan siapapun, tetapi dua hal harus diperhatikan. Pertama penataan kembali dermaga yang ada, apakah dermaga yang ada ini masih layak atau tidak dan periksalah secara berkala dan ini menjadi tangguh jawab ASDP," sebutnya.

Kemudian menurut Herman Hofi, kapal itu sendiri tentunya secara berkala harus mendapat perhatian, ia juga heran kalau dikatakan kapal sudah tidak layak dan menimbulkan kecelakaan.

"Selama ini mereka (ASDP) sangat perhatian sekali dengan kapal yang ada, ada jadwal khusus untuk di perbaiki dan dikontrol. Begitulah SOP selama ini yang berlaku dengan ASDP, mengapa saat ini lalai sampai kapal yang tak layak masih di operasikan, ini harus ada sikap tegas terkait SOP di ASDP ini sendiri," tegasnya.

Terkaot korban kecelakaan dan truknya, Herman menilai sudah menjadi kewajiban sepenuhnya pihak ASDP untuk mengganti rugi dengan sistem yang ada,karena kewenangan sepenuhnya ada di ASDP.

"Tidak bisa alasan kesalahan dari pengguna jasa , karena mereka berada dibawah kontrol ASDP dari masuk sampai keluar dari dermaga lagi, kalau dianggap muatan berlebihan maka jangan diijinkan masuk," pungkasnya.

Penulis: Syahroni
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved