Persekongkolan Berujung Tuntutan 4,6 Tahun Penjara! Yekti dan Sahabatnya Menangis

Suhadi mengaku tidak terima dan kecewa terhadap tuntutan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Persekongkolan Berujung Tuntutan 4,6 Tahun Penjara! Yekti dan Sahabatnya Menangis
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIZKY PRABOWO RAHINO
Saat dirangkul sahabat dan keluarga, tangis Terdakwa Yekti Kusumawati (berkacamata) pecah usai sidang ketiga belas beragenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas perkara dugaan tipikor pengadaan alat kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah (alkes RSUD) Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak Tahun 2012 di Pengadilan Tipikor, Pengadilan Negeri (PN) Pontianak, Jalan Urai Bawadi, Kota Pontianak, Selasa (5/6/2018) sore. 

Terdakwa Suhadi mendapat tuntutan pidana paling berat yakni 8 tahun penjara, denda Rp 1 miliar subsidair 1 tahun dan harus membayar ganti rugi uang negara Rp 9 miliar lebih sekian.

Saat proyek pengadaan alat kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah (alkes RSUD) Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak Tahun 2012, ia selaku Pemilik PT Bina Karya Sarana sekaligus Direktur PT Mitra Bina Medika yang merupakan pemenang lelang proyek itu.

Suhadi mengaku tidak terima dan kecewa terhadap tuntutan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Kok saya harus mengganti Rp 9 miliar sekian. Uang itu tidak saya nikmati," ungkapnya dengan ekpresi kecewa saat usai.

Ia menegaskan sebenarnya dalam dakwaan sebelumnya sudah jelas bahwa Rp 9 miliar itu dibagikan ke beberapa nama yang telah diungkapnya secara vulgar saat sidang pemeriksaan terdakwa sebelumnya.

"Saya ada bukti emailnya kok yang diterima dari Muhammad Nabil (Anggota DPD RI). Itu untuk pembagian uang proyek itu di Pontianak. Sudah jelas, sekitar Rp 7,8 miliar buat dia. Kenapa dia tidak dijadikan tersangka," terangnya.

Suhadi menambahkan aliran dana dugaan tipikor ini tidak hanya mengalir ke M Nabil. Namun, dana juga diterima oleh Mantan Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak, Rian dan nama-nama lain.

"Seharusnya pihak kepolisian melalui penyidik harus mengusut tuntas fakta ini Tolonglah, karena nama-nama yang saya ungkap sudah terima uang dan harusnya tersangka. Ini tergantung polisi saja, mau jadikan tersangka atau tidak. Saya serahkan ke Allah yang punya kuasa," tukasnya.

Tidak Adil

Penasehat Hukum Terdakwa Yekti Kusumawati, Dewi Purwati Ningsih menganggap tuntutan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) kepada kliennya jauh dari kata keadilan.

"Sesuai fakta persidangan, vonis dan denda Rp 500 juta subsider 1 tahun penjara itu tidak adil untuk klien saya," ungkapnya usai sidang.

Halaman
1234
Editor: Marlen Sitinjak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved