Jembatan Ambruk, Petani di Sedahan Jaya Kesulitan Bawa Hasil Panen

Menurut Sofyan, sebelum jembatan rusak, dia dan sejumlah petani lainnya biasanya mengendarai sepeda motor untuk membawa hasil pertanian.

Jembatan Ambruk, Petani di Sedahan Jaya Kesulitan Bawa Hasil Panen
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ADELBERTUS CAHYONO
Jembatan Sungai Alam di Dusun Sidorejo, Desa Sedahan Jaya, yang ambruk dihantam banjir beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Adelbertus Cahyono

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA - Jembatan Sungai Alam di Dusun Sidorejo, Desa Sedahan Jaya, ambruk dihantam banjir.

Akibatnya, para petani di desa itu terpaksa menyeberangi sungai untuk mengangkut hasil-hasil pertaniannya.

Baca: Jembatan Sungai Alam di Sedahan Jaya Ambruk, PU: Sudah Kita Tinjau

Seorang petani, Sofyan (43) mengatakan, kondisi ini sudah berlangsung selama dua minggu sejak ambruknya jembatan tersebut.

"Jembatan ini penting sekali, karena ini satu-satunya jalan untuk kita ke sawah," kata Sofyan saat ditemu pada Selasa (5/6/2018).

Baca: Jembatan Sungai Alam yang Ambruk Dibangun dengan Dana Aspirasi

Menurut Sofyan, sebelum jembatan rusak, dia dan sejumlah petani lainnya biasanya mengendarai sepeda motor untuk membawa hasil pertanian.

Setelah jembatan ini ambruk, lanjutnya, pekerjaan mereka menjadi lebih berat.

Apalagi mengingat mereka harus menyeberangi sungai yang cukup deras.

"Kalau sekarang kan susah, nanti Juli sama Agustus kan sudah banyak yang panen," pungkasnya.

Penulis: Adelbertus Cahyono
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved