Khansa Qonitah : Tata Bahasa Jadi Tantangan Berdakwah Melalui Media

Oleh karena itu besar harapan Shasa kedepan agar semua orang bijak menggunakan media, karena media adalah sesuatu yang luas.

Khansa Qonitah : Tata Bahasa Jadi Tantangan Berdakwah Melalui Media
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Khansa Qonitah 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak M Wawan Gunawan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID.PONTIANAK - Pendakwah muda Kalimantan Barat Khansa Qonitah merasakan ada tantangan yang berbeda Ketika berdakwah melalui media dengan berdakwah konvensional, Selasa (5/06/2018).

Menurutnya, berdakwah dengan media justru harus lebih bijak dalam menempatkan kata, dan mengharuskan setiap pendakwah memperkaya kosakata.

Baca: Ingat Khansa Qonitah? Dara Cantik Ini Ajak Masyarakat Berdakwah Melalui Media

Baca: Godaan Sales di Mall dan Midnight Sale bikin THR Makin Nipis

"Yang di khawatirkan dakwah via media adalah harus pandai menempatkan kata-kata karena harus di olah dengan lebih lembut, karena takut menyingnggung perasaan orang yang berbeda dengan kita. Selain itu juga mungkin ada keterbatasan orang yang menerima dan memahami dakwah kita," ujarnya.

Shasa menjelaskan, selain menempatkan kata juga keluasan media yang tidak bisa dibatasi. Oleh karenanya bijak menempatkan kata adalah kunci dalam berdakwah via media.

Baca: Menelisik Sejarah Kesultanan dan Berkembangnya Islam di Pontianak

"Tantangan dakwah via media yang pertama Kita tidak bisa membatasi dakwah via media, jadi Tantangannya kita harus menjaga bahasa agar tidak menyinggung perasaan pendengar yang mungkin berbeda keyakinan dengan kita," Ujarnya.

Namun demikian, setiap langkah tentu ada konsekuensinya dan suka citanya. Oleh karenanya sebagai seorang sudah publik figur seharusnya meminimalisir sekecil-kecilnya kesalahan.

"Suka cita menjadi pendakwah . Ya tentunya karena jadi sorotan publik, apabila sedikit salah pasti sudah menjadi sorotan. Semua orang bisa memandang dan menilai kalau misalnya ada salah, sedangkan kita tidak bisa klarifikasi orang ke orang. Kadang yang sepele bisa menjadi besar," ujarnya.

Oleh karena itu besar harapan Shasa kedepan agar semua orang bijak menggunakan media, karena media adalah sesuatu yang luas.

"Ayo kita sama-sama menyampaikan dakwah atau kebaikan dengan sopan dan bagus sehingga jangan ada kata-kata yang bisa menyinggung ras (sara) sehingga dakwah mudah diterima oleh masyarakat," Terangnya.

Apabila berdakwah dengan baik, kata-kata bagus dan terstruktur maka itu akan mendapatkan penilaian baik dari masyarakat (islam) atau juga mungkin diluar Islam.

"Jadi jangan menyingnggung sehingga mudah diterima semua orang tanpa terkecuali," ujar gadis asal mempawah itu.

"Simpelnya dakwah adalah apa yang orang lihat melalui kita, jika itu berbau kebaikan dan mereka terinspirasi untuk melakukannya sesungguhnya itulah dakwah sejati yang kita tanamkan didiri kita," tutupnya. 

Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved