Kecanduan Judi Online, Bocah Berusia 13 Tahun Habiskan Uang Rp 1,4 Miliar

Dia terpikat setelah melihat iklan judi online saat menonton pertandingan sepak bola di Wembley.

Kecanduan Judi Online, Bocah Berusia 13 Tahun Habiskan Uang Rp 1,4 Miliar
ilustrasi
Ilustrasi Judi Online

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LONDON  - Kalah dalam judi online, seorang bocah berusia 13 tahun di Inggris harus kehilangan uang senilai 80.000 poundsterling atau sekitar Rp 1,4 miliar.

Bocah laki-laki yang diketahui kecanduan judi itu mencuri akun kartu kredit milik ayahnya untuk taruhan uang dalam website.

Dia terpikat setelah melihat iklan judi online saat menonton pertandingan sepak bola di Wembley.

Bocah asal Lancashire ini menggunakan ponsel untuk mengambil gambar kartu kredit bisnis perusahaan ayahnya dan mendaftar judi dengan akun orangtuanya.

 Anak muda yang tidak diidentifikasi ini mulai ikut ratusan taruhan selama sepekan pertandingan sepak bola dan pacuan kuda. Beberapa taruhan bahkan menyentuh angka 3.000 poundsterling atau Rp 55 juta.

"Saya tidak tahu kalau judi bisa buat kecanduan seperti merokok, minum-minuman, atau narkoba. Judi terlihat menyenangkan, dan saya pikir saya bisa dapat uang juga," ucapnya, seperti diwartakan The Sun pada Minggu (3/6/2018).

Dia mengaku, mendaftar judi dengan identitas ayahnya, termasuk data pribadi dalam kartu kredit sang ayah. Tagihan kartu kredit pada awalnya luput diketahui oleh perusahaan ayahnya. Hingga pada akhirnya, pihak bank menghubungi perusahaan enam bulan kemudian dengan indikasi adanya penggelapan.

Kepada orangtuanya, bocah laki-laki itu segera mengakui perbuatannya yang menggunakan uang sebesar 20.000 poundsterling atau Rp 371,3 juta.

Dia dikirim ke psikoterapi. Orangtuanya berpikir dia telah sembuh dari candu judi. Namun, beberapa bulan kemudian dia pergi ke pesta judi selama seminggu dan bertaruh lebih dari 60.000 poundsterling atau Rp 1,11 miliar.

(Baca: Kapolres Sebut Terduga Teroris BW Tidak Terkait Bom Surabaya )

Kini, orangtuanya tidak akan percaya lagi kepadanya dan mereka terpaksa mengambil pinjaman untuk membayar tagihan kartu kredit.

"Saya minta maaf atas apa yang saya lakukan. Saya merasa mengacaukan segalanya dan kehidupan kami tidak akan pernah sama lagi," ungkapnya.

Keluarga tersebut ingin membagikan kisah hal yang dialaminya guna memperingatkan orang lain tentang bahaya judi online.

Pemerintah menyatakan, sebanyak 25.000 anak-anak usia 11 hingga 16 tahun kecanduan judi online. Otoritas menyerukan pengetatan regulasi untuk menghindari anak-anak dari perjudian.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kecanduan Judi "Online", Bocah di Inggris Habiskan Rp 1,4 Miliar

Editor: Jamadin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved