Pilgub Kalbar
Daerah Perbatasan Jadi Fokus Karolin untuk Terus Didorong Pengoptimalan Pembangunannya
Pembangunan wilayah perbatasan antarnegara sudah mulai terlihat. Beberapa Pos Pemeriksaan Lintas Batas sudah dibangun secara representatif.
Penulis: Chris Hamonangan Pery Pardede | Editor: Madrosid
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Pembangunan wilayah perbatasan antarnegara sudah mulai terlihat. Beberapa Pos Pemeriksaan Lintas Batas sudah dibangun secara representatif.
Terkait hal ini, Berdasarkan rilis yang diterima Tribunpontianak.co.id, Karolin Margret Natasa memastikan pembangunan daerah perbatasan akan dilanjutkan. Apalagi, kata calon Gubernur Kalimantan Barat nomor urut dua ini, pembangunan daerah perbatasan menjadi skala prioritas pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo.
Baca: Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Karolin Bangun Sekolah Unggulan tiap Kabupaten dan Kota
“Ada lima daerah yang berbatasan langsung dengan Malaysia di Kalimantan Barat. Perbatasan antarnegara di Kabupaten Sintang ini tergolong belum optima pembangunannya,” kata Karolin saat berkunjung dan bertemu dengan masyarakat di Kabupaten Sintang.
Menurut Karolin, kendala pembangunan perbatasan di Kabupaten Sintang antara lain, karena adanya masalah teknis yang tak kunjung dituntaskan pemerintah kabupaten. Yaitu pelimpahan status jalan, dari pemerintah daerah ke pemerintah pusat.
“Hambatan teknisnya itu belum lengkap dokumennya, karena masalah status jalan. Khususnya jalan paralel menuju perbatasan antarnegara di Desa Jasa dan Senaning itu. Tapi sudah dibereskan tahun 2017, karena memang melimpahkan urusan ke pusat itu bukan hal yang gampang,” jelasnya.
Karolin juga mengungkapkan kondisi perbatasan di Kabupaten Sintang seperti di Desa Jasa, saat ini memang sudah jauh lebih baik. Dimana, antara perbatasan di Desa Jasa itu akan ada jalan paralel, sampai dengan ke Balai Karangan dan Entikong Kabupaten Sanggau.
Baca: 469 PTPS Dilantik Secara Serentak, Ini Kata Bawalu Sekadau
“Jadi untuk daerah Sintang, Kapuas Hulu dan Melawi pembangunan ini akan kita teruskan. Namun memang harus bertahap, karena pemerintah juga menyesuaikan kondisi keuangan,” lanjut Karolin.
Agar ada kepastian pembangunan di daerah perbatasan antarnegara di Provinsi Kalbar, Karolin menyatakan jika hal itu bisa dilanjutkan. Saat dirinya bersama Suryadman Gidot, terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar.
“Hanya kami yang bisa melanjutkan pembangunan di provinsi Kalbar, khususnya membuka daerah yang masih terisolasi. Kami punya akses dan kedekatan politik dengan pemerintah pusat. Kemudian memaksimalkan pembangunan jalan paralel perbatasan serta infrastruktur penunjang lainnya. Kalau ini bisa diteruskan, maka daerah perbatasan kita akan sama seperti yang ada di Entikong. Masyarakat juga akan mendapat manfaat yang banyak dari hasil pembangunan ini,” pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/karolin-margret-natasa_20180530_220255.jpg)