Bayar Zakat Fitrah, MUI Kalbar Harap Bisa Dilakukan Paling Lambat H-2 Lebaran

“Penyerahan zakat fitrah kalau bisa paling lambat H-2 sebelum lebaran. Jangan malam takbiran baru diantar,” ungkapnya, Minggu (3/6/2018).

Bayar Zakat Fitrah, MUI Kalbar Harap Bisa Dilakukan Paling Lambat H-2 Lebaran
TRIBUPONTIANAK.CO.ID/RIZKY PRABOWO RAHINO
Drs HM Basri Har (tengah) dikukuhkan kembali menjadi Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (Ketum MUI) Provinsi Kalimantan Barat Masa Khidmat 2018-2023 usai rangkaian Musyawarah Daerah (Musda) Ke-VIII Tahun 2018 yang berlangsung sejak 23-25 Februari 2018. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalbar HM Basri Har mengimbau umat muslim kategori mampu untuk menunaikan zakat fitrahnya paling lambat H-2 atau dua hari sebelum pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 Hijriyah.

“Penyerahan zakat fitrah kalau bisa paling lambat H-2 sebelum lebaran. Jangan malam takbiran baru diantar,” ungkapnya, Minggu (3/6/2018).

Baca: Jelang Idul Fitri, ASITA Sebutkan Permintaan Tiket Naik 40 Persen

Pembayaran zakat fitrah lebih awal, kata Basri Har, bertujuan agar memudahkan amil zakat atau lembaga/badan untuk menginventarisir dan menyalurkannya kepada masyarakat yang berhak.

“Sehingga bisa dipastikan sebelum lebaran, masyarakat yang membutuhkan sudah menerima zakat dan berbahagia. Lembaga/badan/unit yang menghimpun juga tidak tergopoh-gopoh membagikannya. Jadi ada jeda menyalurkannya dan diterima oleh benar-benar orang yang berhak menerimanya,” terangnya.

Kendati demikian, ia mengatakan pembayaran zakat fitrah menurut hukum Islam masih diperbolehkan hingga terbit fajar pada 1 Syawal menjelang Salat Idul Fitri.

“Apabila seseorang membayar zakat fitrah setelah shalat idul fitri tanpa ada udzur atau alasan syar’i maka ia berdosa, dan zakat yang dibayarnya tersebut sama sekali tidaklah bernilai zakat fitrah. Namun hanya bernilai sedekah biasa,” jelasnya.

Ia berharap masyarakat membayar zakat kepada lembaga resmi seperti Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalbar, Baznas Kabupaten/Kota, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dinas/instansi/masjid/mushola masing-masing daerah dan Lembaga Amil Zakat (LAZ).

 “Kami imbau kepada umat yang akan menyerahkan zakat fitrahnya. Salurkanlah kepada unit-unit resmi seperti UPZ dan masjid/mushola di tempat masing-masing,” tukasnya.

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved