Kementerian Kesehatan Gelar Riset Kesehatan di Kabupaten Sambas

Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2018 di Kabupaten Sambas dengan lama pengumpulan data 39 hari ini telah usai dilaksanakan.

Kementerian Kesehatan Gelar Riset Kesehatan di Kabupaten Sambas
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Sejumlah Surveyor Riskesdas Berfoto bersama 

Citizen Reporter
Fiqih
Surveyor Riskesdas

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2018 di Kabupaten Sambas dengan lama pengumpulan data 39 hari ini telah usai dilaksanakan.

Riset berskala nasional yang dilakukan kementerian kesehatan melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesehatan secara nasional.

Riskesdas tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena tahun ini terintegrasi dengan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dilakukan oleh BPS.

Tahun Ini Kabupaten sambas kebagian 64 Blok sensus atau 640 Rumah tangga, terdiri dari daerah perkotaan, pedesaan dan daerah sulit.

Baca: BPS Sarankan Investasi Pada Ekonomi Berkualitas Yang Menyerap Banyak Tenaga Kerja

Untuk memenuhi kegiatan tersebut Dinas Kesehatan kabupaten sambas merekrut tenaga kontrak yang berlatar belakang pendidikan kesehatan.

Perekrutan tenaga surveyor atau enumerator ini diseleksi secara ketat, hasilnya Kabupaten Sambas mendapatkan 20 orang tenaga enumerator yang siap dengan tantangan yang ada.

Yusuf Han Kepala Bidang Sumberdaya dan Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas mengatakan mengumpulkan data ini bukan pekerjaan mudah dan tentunya Riskesdas luar biasa pentingnya bagi pemerintah dan masyarakat.

“Hasil dari Riskesdas ini akan kami jadikan tolak ukur program yang telah kami lakukan selama ini dan untuk menentukan program kesehatan untuk tahun yang akan datang,” ujar Yusuf Han, Rabu (30/5/2018)

Selain itu Fatonah selaku penanggung jawab teknis kabupaten sambas mengatakan Kerja keras yang dilakukan enumerator selama pengumpulan data tidak akan ada hasilnya jika tidak ada kerja sama oleh masyarakat.

“Terimakasih untuk masyarakat kabupaten sambas yang telah memberikan waktu dan bersedia untuk di riset,” pungkasnya.

Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved