Breaking News:

Tingkatkan Daya Beli Masyarakat, Disperindagkop Gelar Pasar Murah

Sehingga harga yang dijual nantinya bisa lebih terjangkau oleh masyarakat yang kurang mampu

Editor: Jamadin
ISTIMEWA
Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) menggelar pasar murah di sejumlah kecamatan. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TANJUNG REDEB  – Meningkatnya kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadan dan menjelang hari raya Idul Fitri dikhawatirkan akan memicu lonjakan harga dan menurunkan daya beli masyarakat.

Untuk itu, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) menggelar pasar murah di sejumlah kecamatan. Tahun ini, Disperindagkop menggelar pasar murah di Kecamatan Gunung Tabur, Teluk Bayur, Biatan dan Bidukbiduk. “Pasar murah ini sudah dilaksanakan sejak minggu lalu di Birang dan Tasuk, Kecamatan Gunung Tabur. Sementara minggu ini ada di Labanan dan Tumbit. Sejauh ini animo masyarakat cukup bagus dan banyak yang datang,” kata Kepala Disperindagkop Berau, Wiyati, Kamis (31/5/2018).

Untuk menggelar pasar murah ini, Diskoprindag bekerjasama dengan sejumlah agen dan menjual bahan pokok dengan harga yang lebih murah dari harga pasaran.

(Baca: Terkait Masalah Ini, Komisioner KPU RI Diperiksa Polisi )

Beberapa bahan pokok yang dijual mulai dari beras, gula, minyak goreng, tepung, susu, hingga minuman kebutuhan masyarakat lainnya. Program ini diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat.

Fokus pada Masyarakat Kurang Mampu

Wiyati menambahkan, pasar murah ini nantinya akan dirubah pola distribusinya, selain untuk meningkatkan daya beli beli masyarakat, pasar murah juga akan fokus membantu masyarakat yang kurang mampu secara ekonomi.

“Dalam hal ini, pemerintah akan memberikan subsidi harga. Sehingga harga yang dijual nantinya bisa lebih terjangkau oleh masyarakat yang kurang mampu,” jelasnya.

Dipaparkannya, subisidi bisa berasal dari anggaran pemerintah daerah, atau melibatkan sejumlah perusahaan swasta melalui program Tanggungjawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

“Karena bersubsidi, harga bahan pokok yang dijual nantinya bakal lebih murah, dengan pengurangan harga mencapai 50 persen. Ini yang akan kita lakukan nanti, sumber subisdinya akan kami dibicarakan lagi, apakah mengandeng perusahaan untuk pemanfaatan dana TJSL atau anggaran dari pemda seluruhnya,” katanya lagi.

Pasar murah menurut Wiyati memang sengaja dilakukan di berbagai kecamatan, mengingat kondisi geografis Kabupaten Berau yang begitu luas. “Dengan adanya pasar murah ini, mereka (warga yang bermukim jauh dari kota) tidak perlu lagi datang jauh-jauh ke kota untuk membeli kebutuhan pokok,” jelasnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved