Opini

Turunkan Kadar Glukosa Darah Pada Diabetes Melitus dengan Jalan Kaki

Fungsi utama dari metabolisme karbohidrat adalah untuk menghasilkan energi dalam bentuk senyawa yang mengandung ikatan fosfat yang tinggi.

Turunkan Kadar Glukosa Darah Pada Diabetes Melitus dengan Jalan Kaki
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Nikmatun Khasanah 

Opini
Nikmatun Khasanah
Mahasiswa Kimia FMIPA Untan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Hampir semua orang pernah mendengar tentang diabetes melitus atau penyakit kencing manis, yang merupakan golongan penyakit kronis dan salah satu yang tertinggi menyebabkan kematian.

Indonesia sendiri menempati peringkat ke tujuh penderita Diabetes Melitus (DM) tertinggi di dunia setelah China, India, Amerika Serikat, Brazil, Rusia dan Meksiko dengan jumlah estimasi sekitar 10 kasus pada Tahun 2015.

Prevalensi orang dengan diabetes di Indonesia menunjukkan kecenderungan meningkat yaitu dari 5,7% pada tahun 2007 menjadi 6,9% ditahun 2016 (Santosa, dkk, 2017).

Baca: Rimpang Kencur Sebagai Pencegah Osteoporosis

Pada tahun 2030, World Health Organization (WHO) dan International Diabetes Federation (IDF) meprediksikan adanya kenaikan jumlah penderita diabetes melitus (DM) ini sebanyak dua hingga tiga kali lipat (Desty, 2015).

Apabila penyakit ini dibiarkan tidak terkendali maka akan menimbulkan komplikasi-komplikasi yang berakibat fatal, termasuk penyakit jantung, ginjal, kebutaan, amputasi, dan mudah mengalami aterosklerosis.

Diabetes melitus (DM) atau kencing manis adalah penyakit akibat gangguan metabolisme karbohidrat yang disebabkan oleh jumlah insulin yang kurang atau karena kerja insulin yang tidak optimal, sehingga insulin tidak bisa masuk ke dalam sel dan hanya menumpuk di pembuluh darah menyebabkan kenaikan kadar gula darah atau hyperglikemia (Hasnah, 2009).

Fungsi utama dari metabolisme karbohidrat adalah untuk menghasilkan energi dalam bentuk senyawa yang mengandung ikatan fosfat yang tinggi.

Baca: Wah! Ternyata Bahan Alami Ini Bisa Jadi Alternatif Penyembuhan Penyakit Asma Loh

Kelainan atau gangguan metabolisme pada penyakit diabetes melitus umumnya disebabkan oleh kerja hormon insulin yang tidak optimal. Insulin merupakan hormon yang mengatur kadar glukosa darah pada metabolisme karbohidrat ditubuh (Marewa, 2015).

Diabetes melitus terbagi menjadi 2 tipe utama, yaitu DM tipe 1 dan DM tipe 2. Diabetes melitus tipe 1 dikarakterisasi dengan ketidakmampuan produksi insulin karena kerusakan sel pankreas akibat reaksi autoimun, sedangkan DM tipe 2 merupakan penyakit yang melibatkan beberapa patofisiologi, termasuk gangguan fungsi pulau Langerhans dan resistensi insulin yang menghasilkan gangguan toleransi glukosa dan produksi glukosa hepatik puasa yang tinggi ( Wisudanti, 2011).

Halaman
123
Penulis: Syahroni
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved