Gelar Aksi, Ini 4 Pernyataan Sikap BEM FISIP Untan Untuk Frans Narigi

"Aksi solidaritas untuk saudara kami Frantinus Nirigi yang terjerat hukum akibat arogansi maskapai Penerbangan Lion Air," kata Adi

Gelar Aksi, Ini 4 Pernyataan Sikap BEM FISIP Untan Untuk Frans Narigi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIDHO PANJI PRADANA
BEM FISIP Untan menggelar aksi untuk Frantinus Narigi di Bundaran Digulis Untan, Kamis (31/5/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - BEM FISIP Untan menggelar aksi untuk Frantinus Narigi. Mulai dari angkatan paling muda hingga dengan para senior meramaikan aksi solidaritas untuk Frans yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak Kepolisian.

"Aksi solidaritas untuk saudara kami Frantinus Nirigi yang terjerat hukum akibat arogansi maskapai Penerbangan Lion Air," kata Ketua BEM FISIP Untan, Adi Afrianto, Kamis (31/05/2018) sesuai rilis tertulis yang diterima Tribunpontianak.co.id

Baca: Kasus Bomb Joke, Tim Kuasa Lakukan Penangguhan Penahanan FN

Dengan ini, kata dia, pihaknya atas nama seluruh mahasiswa Fisip Untan menyampaikan pernyataan sikap: 

1. Meminta kepada pihak Kementerian Perhubungan untuk melakukan investigasi independen secara menyeluruh tentang peristiwa dugaan joke bom oleh saudara kami Frantinus Nirigi, serta mewajibkan pihak tersebut mengumumkan hasil investigasi mereka di publik, secepat-cepatnya. 

Baca: RANGKUMAN LENGKAP Insiden Isu Bom Lion Air di Bandara Supadio, Fakta-fakta Baru Terkuak!

2. Meminta secara tegas pihak Lion Air untuk bertanggungjawab sepenuhnya atas peristiwa kepanikan yang terjadi di atas pesawat hingga muncul jatuh korban.

Menurut sejumlah sumber yang tepercaya, insiden kepanikan yang mengakibatkan sejumlah penumpang terluka dan dirawat adalah disebabkan lemahnya pengendalian petugas di dalam pesawat saat melakukan evakuasi serta penanganannya.

3. Mendesak kepolisian dan pejabat berwenang melakukan pemeriksaan mendalam, khususnya kepada para petugas di dalam pesawat seperti pramugari dan pilot yang telah mengambil tindakan evakuasi yang berakibat kepanikan penumpang. 

Karena berdasarkan keterangan hampir semua media, barang bawaan saudara kami Frantinus Nirigi telah diperiksa dan dikembalikan ke dalam pesawat.

 4.  Kami meyakini saudara Frantinus Nirigi tidak pernah melakukan teriakan BOM di dalam pesawat. Insiden kepanikan penumpang yang terjadi setelahnya adalah kekeliruan petugas di dalam pesawat saat menjalankan SOP.  

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved