DPRD Kalbar Minta Polisi Klarifikasi Status Tersangka Pelaku Bom Joke, Ini Pertimbangannya

Wakil Ketua DPRD Kalbar Fraksi Gerindra, H Suriansyah meminta pihak kepolisian mengklarifikasi penetapan FN sebagai tersangka.

DPRD Kalbar Minta Polisi Klarifikasi Status Tersangka Pelaku Bom Joke, Ini Pertimbangannya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIDHO PANJI PRADANA
Ketua DPD Partai Gerindra Kalbar, Suriansyah. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Wakil Ketua DPRD Kalbar Fraksi Gerindra, H Suriansyah meminta pihak kepolisian mengklarifikasi penetapan FN sebagai tersangka.

Ia meminta pihak kepolisian melakukan penyidikan mendalam lantaran masih dijumpai keterangan saksi-saksi yang mengaku bahwa FN tidak menyebut kata Bom.

Sebelumnya, pria berinisial FN ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menyebut kata bom saat pesawat Lion Air JT 687 akan hendak berangkat dari Pontianak menuju Jakarta di Bandara Internasional Supadio Pontianak, Senin (28/5/2018) malam.

Berdasarkan pemeriksaan, tidak ada bom di dalam tas FN melainkan hanya tiga buah laptop.

Baca: Bom Joke Di Bandara Supadio, Anggota DPR RI Asal Kalbar Ini Minta Dalami Berdasarkan Saksi-saki

“Kalau memang ternyata informasi yang diterima oleh pramugari atau siapapun adalah bom, tentu kita minta tindak tegas. Tapi kalau ternyata informasi yang diterima pramugari adalah salah, maka klarifikasi. Jangan langsung ditetapkan sebagai tersangka, lakukan penyidikan secara detail,” ungkapnya saat diwawancarai Tribun Pontianak, Rabu (30/5/2018) siang.

Suriansyah menegaskan ia merupakan pihak yang tidak meyakini informasi awal terkait FN secara mentah-mentah. Sebab, ia mendengar ada keterangan beberapa orang saksi yang mengatakan bahwa pramugari salah mendengar ucapan FN saat itu. Saksi-saksi itu menyatakan FN bukan berucap kata bom.

“Saya adalah pihak yang tidak meyakini itu. Saya akui saudara-saudara kita di Papua punya dialek bicara yang berbeda dengan dialek kita di kalbar. Mungkin FN tidak bermaksud mengatakan bom,” terangnya.

Untuk membuktikan hal ini, kata Suriansyah, bisa dilakukan melalui pemutaran rekaman kamera pengawas yang berada di pesawat.

Hal ini guna mengetahui apakah FN benar-benar mengatakan bom atau kesalahan kata yang didengar oleh pramugari.

“Saya yakin masyarakat Papua tidak seperti itu, karena saya pernah tinggal di Papua beberapa tahun. Saya memahami kultur masyarakat Papua. Mereka adalah orang yang baik dan sangat nasionalis,” katanya.

Ia menegaskan FN berhak mendapatkan pendampingan hukum. Ia tidak ingin kejadian itu jadi kesan bahwa masyarakat Kalbar tidak berlaku adil kepada orang Papua.

“Jangan sampai kita dibilang tidak berlaku adil. Apalagi dia (FN_red) adalah salah satu putera papua yang mengenyam pendidikan di Kalbar,” tukasnya.

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved