Dialog Kebangsaan BEM FISIP Untan, Ajak Mahasiswa Bijak Bermedia Sosial

ekretaris Hikmabuddhi Pontianak Jhon Miranda yang tampil menjadi narasumber ketiga dalam dialog kebangsaan BEM Fisip Untan

TRIBUPONTIANAK.CO.ID/M WAWAN GUNAWAN
Para pemateri dari pimpinan OKP saat menyampaikan materi di hadapan ratusan mahasiswa, Rabu (30/05/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak M Wawan Gunawan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID.PONTIANAK - Sekretaris Hikmabuddhi Pontianak Jhon Miranda yang tampil menjadi narasumber ketiga dalam dialog kebangsaan BEM Fisip Untan meminta Mahasiswa dan pemuda bijak menggunakan media sosial, Rabu (30/05/2018).

"Hadirnya media sosial ialah anugerah bagi kita semua. Akan tetapi, media sosial juga akan menjadi bencana apabila tidak digunakan dengan bijak. Sebagai pemuda, kita harus bijak agar tidak menjadi penyebar isu-isu SARA di media sosial," kata Jhon.

Baca: Ini Cara Pemkab Sambas Stabilkan Harga Kebutuhan Pokok di Masyarakat

Sementara itu Narasumber keempat dari GMNI Pontianak Nurmanto menjelaskan keunikan pluralisme di Kalbar. Menurutnya dengan banyaknya suku yang ada di Kalimantan Barat tapi masyarakat mampu hidup dengan rukun dan menghormati sesama.

"Kalbar ialah provinsi yang unik dengan pluralisme yang menyertainya. Saya katakan unik karena meskipun Kalbar terdiri atas berbagai suku, tapi mampu hidup berdampingan dan rukun," ujarnya.

Sambungnya, dengan pluralisme tersebut bisa menjadi modal bagi masyarakat Kalbar untuk terus rukun dan saling menghormati.

Sedangkan Abdul Wesi Ibrahim narasumber terakhir dari PMII mengungkapkan kondisi bangsa saat ini. Menurutnya keharmonisan yang sudah terjalin saat ini jangan sampai hancur hanya karena adanya berbagai perbedaan.

"Perbedaan-perbedaan yang ada di tengah-tengah kita jangan sampai memantik perpecahan. Jika pecah, maka akan sulit untuk menyatukannya kembali. Kita tahu bahwa negara-negara Islam di luar sana sudah banyak yang hancur karena perang antar suku. Negara kita jangan sampai menyusul mereka," tutup Wesi.

Oleh karena itu menurut Wesi bangsa ini harus menjaga kerukunan tersebut, agar tidak menyusul negara-negara Islam lainnya yang sudah yang sudah hancur karena perang antar suku.

Dialog Kebangsaan itu diakhiri dengan penyerahan plakat kepada narasumber dan ditutup dengan buka puasa bersama.

Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved