Bom Joke Di Bandara Supadio, Anggota DPR RI Asal Kalbar Ini Minta Dalami Berdasarkan Saksi-saki

“Tentunya kepolisian harus melakukan penyelidikan dan penyidikan secara mendalam berdasarkan keterangan saksi-saksi saat itu,” katanya.

Bom Joke Di Bandara Supadio, Anggota DPR RI Asal Kalbar Ini Minta Dalami Berdasarkan Saksi-saki
ist
Syarief Alkadrie 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Anggota DPR RI Dapil Kalbar, Syarif Abdullah Alkadrie mengakui ada aturan khusus yang mengatur bahwa tidak boleh melakukan candaan bernuansa bom atau bom joke di dalam pesawat atau areal bandara.

“Candaan yang sifatnya membahayakan seperti itu tidak dibenarkan. Sudah ada beberapa kali candaan seperti itu terjadi di dunia penerbangan Indonesia,” ungkapnya kepada Tribun Pontianak, Rabu (30/5/2018).

Penindakan terkait kasus-kasus bom joke bertujuan menimbulkan efek jera.

Namun, proses hukum hanya dilakukan pada candaan-candaan yang benar-benar terbukti dan bisa dipertanggungjawabkan.

Baca: Polisi Akan Dalami Terkait Dugaan Pramugari Salah Dengar Soal Bomb Joke

“Sebenarnya, penindakan itu agar hal serupa tidak terulang. Pihak Angkasapura II harus membuat slogan atau pamflet bahwa hal seperti itu dilarang dilakukan di dalam pesawat maupun areal luar pesawat atau kawasan bandara,” terangnya.

Terkait kasus dugaan Bom Joke dilakukan oleh pria berinisial FN yang diduga menyebut kata bom saat pesawat Lion Air JT 687 hendak berangkat dari Pontianak menuju Jakarta di Bandara Internasional Supadio Pontianak, Senin (28/5/2018) malam, Ami Dullah sapaan akrabnya mengatakan memang harus dilakukan penyelidikan mendalam.

“Tentunya kepolisian harus melakukan penyelidikan dan penyidikan secara mendalam berdasarkan keterangan saksi-saksi saat itu,” katanya.

Terkait pernyataan pihak maskapai yang sempat akan melaporkan penumpang yang membuka emergency exit window atau jendela darurat pesawat dengan nomor penerbangan JT687 rute Pontianak-Cengkareng ke pihak kepolisian beberapa saat usai kejadian, Syarif Abdullah menegaskan hal itu tidak boleh dilakukan oleh Maskapai Lion Air.

Baca: Bawaslu Akan Apresiasi Parpol Yang Taat Aturan

“Kalau dipidanakan ya tidak boleh. Harusnya pihak Lion Air lebih arif dan tidak arogan. Ini kan musibah, kalau misalnya dikatakan rugi milyaran rupiah karena rusaknya jendela darurat,” imbuhnya.

Politisi Nasdem itu mengatakan hal itu terjadi saat kondisi penumpang sedang panik. Ia terus terang menyesalkan tindakan maskapai jika benar-benar akan mempolisikan penumpang itu.

“Tidak ada unsur kesengajaan untuk merusak jendela darurat. Itu semata-semata untuk penyelamatan. Setiap pesawat berangkat kan dikasih tahu, jika ada keadaan membahayakan maka buka pintu darurat,” terangnya.

“Seharusnya pihak Lion Air harus bijak dan arif dalam persoalan ini. Itu bukan kondisi normal. Kecuali kalau kondisi normal dan orang sengaja merusak jendela darurat. Ini kan tidak, karena orang panik dan ingin menyelamatkan diri,” tandasnya.

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved