Breaking News:

Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Aksi Teroris, Imigrasi Perketat Pengurusan Paspor

Dirinya mengatakan, memang tidak ada instruksi khusus dari Kementerian Hukum dan HAM

Editor: Jamadin
ISTIMEWA
Kantor Imigrasi Tanjung Redeb memperketat pengurusan dokumen keimigrasian. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TANJUNG REDE – Ancaman terorisme yang bertubi-tubi di sejumlah daerah, membuat pemerintah meningkatkan kewaspadaannya. Untuk mempersempit ruang gerak para teroris, sejumlah objek vital, tempat ibadah dan juga tempat-tempat keramaian dijaga ketat oleh aparat kepolisian dan TNI.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Kantor Imigrasi Tanjung Redeb, yang memperketat pengajuan paspor. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Kantor Imigrasi, Muhammad Kacung. Dirinya mengatakan, memang tidak ada instruksi khusus dari Kementerian Hukum dan HAM, namun langkah antisipasi tetap dilakukan.

(Baca: Ngeri! Detik-detik Sepeda Motor Terbakar di SPBU Saat Isi Bahan Bakar, Tonton Videonya )

“Proses pengajuan dan penerbitan paspor tetap sama, tetapi proses wawancara dan identitifikasinya dilakukan lebih cermat,” ujarnya kepada Tribunkaltim.co, Selasa (29/5/2018). Muhammad mengatakan, pengurusan dokumen keimigrasian di Kabupaten Berau tidak sebanyak warga yang ada di kota besar, sehingga proses pengawasannya akan lebih mudah.

“Minat masyarakat untuk mengurus dokumen keimigrasian kan tidak sebanyak warga yang di kota besar. Sebulan rata-rata hanya 10 yang mengajukan dokumen keimigrasian,” ungkapnya. Soal peningkatan kewaspadaan, dirinya mengatakan, prosedur ini sudah sejak lama dilakukan.

“Pengetatan pengurusan paspor itu sudah dilakukan sejak dulu. Semua kantor imigrasi di seluruh Indonesia mempertajam pertanyaan dalam proses wawancara,” jelasnya. Jika ada pemohon dokumen keimigrasian yang dianggap mencurigakan, pihaknya akan meneruskan informasi ini kepada aparat kepolisian dan Badan Intelejen Negara (BIN).

(Baca: Terekam CCTV, Maling Gondol Sepeda Motor di Kantor Jual Beli Online )

Sejauh ini, tidak banyak negara yang dijadikan tujuan oleh masyarakat Berau. Menurutnya, dari hasil pendataan Kantor Imigrasi Tnajung Redeb, mayoritas mengurus paspor untuk keperluan ibadah haji dan umrah. “Dari Berau rata-rata umroh dan haji saja, tidak ada tujuan negara lain,” tandasnya.

Di sisi lain, kantor imigrasi juga ditunutu untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat yang hendak mengurus dokumen keimigrasian. Masyarakat yang hendak mengajukan permohonan bisa mendatangi Kantor Imigrasi maupun mengakses situs imigrasi untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap.

Selama persyaratan lengkap, pihaknya memastikan, pengurusan dokumen keimigrasian akan dilakukan dalam waktu beberapa hari saja. Sebelumnya, Kantor Imigrasi Tnajung Redeb sempat menolak untuk menerbitkan dokumen keimigrasian salah satu warga Kecamatan Tabalar.

Penyebabnya karena seluruh dokumen persyaratan, mulai dari kartu keluarga, KTP dan akta kelahiran baru diterbitkan tahun 2018, sementara pemohon sudah bertahun-tahun menetap di Malaysia.

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved