Hapus Kesan Kumuh dengan Waterfront City

Kehadiran waterfront saat ini jadi alternatif bersantai warga sekitaran tepian sungai Kapuas dan warga kota Pontianak secara umum.

Hapus Kesan Kumuh dengan Waterfront City
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Kawasan baru waterfront yang dibangun di tepian Sungai Kapuas, Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu (18/3/2018) sore. Waterfront yang baru dibangun tepatnya tidak jauh dari Jalan Tanjungpura, nantinya akan lebih luas dan dilengkapi taman sehingga akan menjadi kawasan wisata baru di Kota Pontianak. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hamdan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Sebagai wujud penataan kawasan di pinggir sungai Kapuas pemerintah kota Pontianak pada era kepemimpinan Walikota Sutarmidji membangun Waterfront di tepian sungai Kapuas.

Meski belum seluruhnya dibangun karena masa jabatan Walikota Pontianak Sutarmidji keburu berakhir. Akan tetapi waterfront city telah diwariskan ke walikota Pontianak yang baru untuk dilanjutkan pembangunanya lantaran manfaatnya yang sudah mulai terasa. Terutama bagi masyarakat yang bermukim di pinggiran sungai Kapuas.

Satu di antara warga pinggiran Kapuas, kelurahan Dalam Bugis, Hamdani menilai pembangunan waterfront city yang dibangun oleh Walikota merupakan terobasan terbaik yang dirasakan sebagai warga yang tinggal di tepian sungai Kapuas.

“Kehadiran waterfront saat ini jadi alternatif bersantai warga sekitaran tepian sungai Kapuas dan warga kota Pontianak secara umum. Yah boleh dibilang bisa jadi lokasi tujuan wisata baru,” ujarnya.

Baca: Video Drone: Tampak Waterfront Sudah Kelilingi Kampung Dalam Bugis, Jadi Magnet Wisatawan

Ia mengatakan kehadiran waterfront juga mampu memberikan perubahan yang tadinya terkesan kumuh disulap menjadi lebih tertata dan daya tarik bagi para wisatawan.

“Sisi positif lainya karena ada waterfront dapat sedikit menghilangkan stigma negatif yang ada pada masyarakat kota Pontianak tentang kampong kami,” ujarnya yang tinggal di daerah yang disebut beting.

Hal itu dibuktikan ketika masyarakat yang berkunjung tidak merasa takut dan khawatir sesuai asumsi dan stigma kampung beting. Pengunjung dengan santai aman dan nyaman menyusuri sungai Kapuas melalui water front.

“Tak hanya itu banyak pengunjung yang tertarik datang ke water front juga jadi peluang usaha bagi masyarakat setempat untuk berjualan jajanan. Sehingga tentunya ini dapat memberikan income untuk peningkatan perekonomian bagi masyarakat yang ditepian sungai Kapuas,” ujarnya.

Penulis: Hamdan Darsani
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved