Breaking News:

Fenomena Konsumtif Berlebihan Saat Ramadan, Ini Imbauan Kanwil Kemenag Kalbar

Banyak kejadian alih-alih berhemat saat puasa, namun kenyatannya umat muslim justru malah berperilaku boros.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIZKY PRABOWO RAHINO
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Kalimantan Barat, H Ridwansyah. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Kalimantan Barat mengimbau umat muslim untuk tidak berperilaku konsumtif di bulan Puasa Ramadan dan jelang Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriyah/2018 Masehi.

Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Kalbar H Ridwansyah mengakui kecenderungan saat bulan puasa Ramadan, keinginan seseorang untuk berbelanja meningkat bila dibandingkan hari-hari biasa di luar Ramadan.

Baca: Berikut Daftar Pemenang Lomba Mewarnai Tingkat TK di Festival Ramadan Tribun Pontianak

“Itu fenomena di masyarakat. Kadang-kadang sering terjadi dan kita masih melihat seperti itu. Karena terjadi daya beli yang luar biasa terkadang menimbulkan harga barang jadi naik,” ungkapnya kepada Tribun Pontianak, Minggu (27/5/2018).

Baca: Komisioner KPPAD Kalbar : Minta Dinas Sosial Kota Pontianak Perbaiki Fasilitas PLAT

Banyak kejadian alih-alih berhemat saat puasa, namun kenyatannya umat muslim justru malah berperilaku boros.

Perilaku konsumtif yang tinggi ini, kata Ridwansyah, merupakan ujian bagi umat muslim. Saat berbuka puasa misalnya, seharusnya tidak dilakukan secara berlebihan.

“Misalnya ketika buka puasa, kita kepengen membelanjakan dan membeli makanan dan minuman di pasar juadah sampai berlebihan. Tahu-tahu kelebihan dan disimpan di kulkas, lantas tidak termakan, basi dan dibuang. Bayangkan kalau setiap rumah buang sepiring. Bayangkan saja berapa banyak makanan yang terbuang,” terangnya.

Ia mengatakan Islam tidak melarang umatnya untuk berbelanja barang-barang kebutuhan sesuai kemampuan, namun dengan catatan tidak berlebih-lebihan atau mubajir.

“Perilaku mubajir ini yang tidak diperbolehkan dalam Islam. Di bulan Ramadan, kita diwajibkan berpuasa. Tidak hanya diperintahkan menahan lapar dan haus. Tapi juga mengendalikan hawa nafsu dan menahan diri untuk tidak berfoya-foya,” katanya.

Saat menjelang lebaran, ia juga mengajak masyarakat untuk tidak terlalu bermewah-mewahan. Masyarakat diminta berlaku sewajarnya dalam merayakan Idul Fitri 1439 Hijriyah.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved