Remaja Yang Hina dan Ancam Presiden Jokowi Ditempatkan di Panti Sosial Marsudi Putra Handayani

Argo menyebut penempatan tersebut berbeda dengan penahanan. Ia menjelaskan alasan polisi tak melakukan penahanan terhadap RJ.

Remaja Yang Hina dan Ancam Presiden Jokowi Ditempatkan di Panti Sosial Marsudi Putra Handayani
Facebook
Orangtua dan remaja usia 16 tahun RJ dan H saat menyampaikan permohohan maaf kepada Presiden Jokowi 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Polda Metro Jaya tak menahan RJ alias S (16) yang menghina Presiden Joko Widodo ( Jokowi). Hal itu disampaikan langsung  Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.

Namun, saat ini remaja tersebut telah ditempatkan di Panti Sosial Marsudi Putra Handayani, Bambu Apus, Cipayung, Jalarta Timur.

Argo menyebut penempatan tersebut berbeda dengan penahanan. Ia menjelaskan alasan polisi tak melakukan penahanan terhadap RJ.

(Baca: Lubang di Jalan Raya Kakap Ancam Keselamatan Pengendara )

"Kalau mengacu Pasal 32 ayat 2 (Undang-undang Nomor 11 Tahun 2012) tentang sistem peradilan pidana anak, bahwa didasari oleh itu maka dinyatakan bahwa penahanan terhadap anak hanya dapat dilakukan kalau anak itu berumur 14 tahun atau lebih, itu yang pertama. Dan yang kedua adalah anak tersebut mendapat ancaman pidana 7 tahun," ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Jumat (25/5/2018).

Argo menjelaskan, dalam kasus ini usia RJ memang di atas 14 tahun. Namun ancaman pidana untuknya tak sampai 7 tahun. "Kemudian juga yang bersangkutan kami kenakan pasal 27 ayat 4 jo pasal 45 UU nomor 19 tahun 2006 tentang UU ITE, ancamannya 6 tahun (penjara)," lanjutnya.

"Jadi saya sampaikan, kasus tetap kami proses dan anak ditempatkan di tempat anak yang berhadapan dengan hukum di daerah Cipayung itu," paparnya.

Sejauh ini polisi telah memeriksa lima orang teman RJ dan menghadirkan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto sebagai saksi ahli. Argo mengatakan, pihaknya masih akan memeriksa sejumlah saksi untuk mengusut kasus ini.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Alasan Polisi Tak Menahan Remaja yang Hina Jokowi".

Editor: Jamadin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved