Breaking News:

Kakanwil Kemenag Kalbar Ajak Umat Islam Bersyukur Dipertemukan Kembali Dengan Bulan Ramadan

H Ridwansyah mengajak umat Islam bersyukur masih diberikan oleh Allah SWT bertemu kembali dengan bulan Ramadan 1439 Hijriyah.

Penulis: Rizky Prabowo Rahino | Editor: Rizky Zulham
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIZKY PRABOWO RAHINO
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Kalimantan Barat, H Ridwansyah. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Kalimantan Barat, H Ridwansyah mengajak umat Islam bersyukur masih diberikan oleh Allah SWT bertemu kembali dengan bulan Ramadan 1439 Hijriyah/Tahun 2018.

Pasalnya, tidak semua orang diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk berjumpa dengan Ramadan yang ditunggu-tunggu selama 11 bulan.

“Kita patut bersyukur diberikan kesempatan Allah untuk bertemu di bulan Ramadan 1439 H. Biasa kita melihat daan mendengar ada keluarga, teman, sahabat, tetangga dan lainnya yang berpulang ke Rahmatullah sebelum bulan puasa tiba,” ungkapnya, Kamis (24/5/2018).

Ridwansyah mengatakan sudah selayaknya seluruh umat muslim menyambut bulan suci Ramadan dengan penuh suka cita.

“Dalam bulan suci yang teramat istimewa ini, umat muslim harus membuktikan kecintaannya kepada Allah dengan memperbanyak amal ibadah,” terangnya.

Ia mengatakan pihaknya sudah mengimbau seluruh umat muslim untuk menyemarakkan suasana Ramadan. Hal ini bertujuan agar makna Ramadan dapat tercapai sesuai firman Allah yakni membentuk insan muslim yang bertakwa.

“Kita menyiapkan edaran dalam rangka mengimbau masyarakat kabupaten/kota untuk menyemarakkan kegiatan saat ramadan. Kepada pelajar dan sekolah juga. Secara internal, kami juga mengimbau kawan-kawan di lingkungan Kanwil Kemenag Kalbar meningkatkan suasana kegiatan Ramadan,” jelasnya.

Ridwansyah berharap Ramadhan sebagai media atau bulan tarbiyah pembinaan pendidikan. Ramadan menjadi wadah dalam rangka pengendalian dan pembentukan karakter yang tujuan akhirnya adalah tercapai masyarakat agamis dan bertakwa.

“Semoga ini terbentuk dan manusia kembali ke fitrahnya. Bersih tanpa noda seperti bayi yang baru keluar dari rahim ibu kandungnya,” tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved