Breaking News:

Bulan Ramadan, Kementan Tingkatkan Stok Pangan 20-30 Persen

Pemerintah terus berupaya menjaga kestabilan kondisi pasokan pangan di masyarakat selama bulan Ramadan hingga Idul Fitri.

Penulis: Rizky Prabowo Rahino | Editor: Madrosid
TRIBUNFILE/ISTIMEWA
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Jakarta Pusat, Senin (21/5/2018). 

Citizen Reporter

Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian Republik Indonesia

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Pemerintah terus berupaya menjaga kestabilan kondisi pasokan pangan di masyarakat selama bulan Ramadan hingga Idul Fitri.

Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa telah meningkatkan pasokan kebutuhan pangan 20-30 persen daripada hari-hari biasanya.

"Sekali lagi kami sampaikan ke seluruh masyarakat Indonesia. Untuk pangan cukup, lebih dari cukup (stoknya). Kami sudah siapakan stok 20-30 persen dari normal untuk Ramadhan. Kami minta para pedagang, jangan naikkan harga", jelasnya saat ditemui oleh awak media saat menghadiri Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Jakarta Pusat, Senin (21/5/2018).

Baca: Tanam Pohon di Dusun Pulak, PH YO: Periode Pertama, Kami Sudah Mulai Program Penataan Lingkungan

Sebelumnya, Menteri Pertanian bersama Ketua DPR RI Bambang Soesatyo dan Anggota IV BPK Prof Rizal Djalil menjadi narasumber dalam Seminar Nasional Ketersediaan Pangan bertema Swasembada vs Impor (Hasil Audit BPK RI).

Turut hadir pula berbagai elemen yang membidangi dalam hal perberasan seperti DPR Komisi IV, Bulog, KPPU, Pemerintah Daerah, serta Asosiasi Perberasan.

Anggota IV BPK Prof Rizal Djalil pada paparannya menilai bahwa komoditas pangan khususnya beras menjadi sangat strategis perannya bagi kedaulatan bangsa.

"Kuasai minyak maka kamu akan kuasai bangsa, kuasai makanan maka kamu akan kuasai masyarakatnya", ujar Djalil mengutip  pernyataan tokoh Amerika Serikat Henri Kissinger.

Djalil menyoroti persaingan atas kebutuhan pangan dari segi konsumsi dan nilai jual menjadi sangat krusial dalam persaingan perdagangan antar negara. Selain itu, Djalil juga mengapresiasi capaian perluasan lahan pertanian di era Menteri Amran.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved