Hidayat Nur Wahid Minta Kemenag Hentikan Polemik Mubaligh, Ini Alasannya

Wakil Ketua MPR RI itu kembali menegaskan bahwa selama ini masyarakat memiliki Ustaz yang menjadi rujukan masing-masing.

Hidayat Nur Wahid Minta Kemenag Hentikan Polemik Mubaligh, Ini Alasannya
KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES
Hidayat Nur Wahid 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid mengatakan diterbitkannya 200 nama Mubaligh yang direkomendasikan Kementerian Agama tentunya menimbulkan polemik.

Menurut dia, selama ini masyarakat sudah memiliki Mubaligh yang menjadi rujukan dalam mendengarkan ceramah agama.

Oleh karena itu ia meminta agar Kementerian tersebut melakukan kajian bersama para ulama besar Indonesia untuk menghentikan masalah yang hingga kini masih terus diperdebatkan.

(Baca: Kebakaran Hebat Hanguskan Sejumlah Rumah di Sekura )

"Mereka (masyarakat) sudah mempunyai preferensi sendiri, dan itulah karenanya segera akhiri polemik ini," ujar Hidayat, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (22/5/2018).

Wakil Ketua MPR RI itu kembali menegaskan bahwa selama ini masyarakat memiliki Ustaz yang menjadi rujukan masing-masing. Walaupun Ustadz itu masuk dalam daftar 200 Mubaligh itu atau tidak termasuk.

"Karena masyarakat sesungguhnya, mereka sudah menerima ustadz-ustadz dan mubaligh yang merupakan rujukan mereka sendiri," kata Hidayat.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul PKS Minta Kemenag Hentikan Polemik Mubaligh, Anggap Masyarakat Sudah Punya Rujukan Ustadz Sendiri

Editor: Jamadin
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved