Pertemuan Elit Gerindra-Demokrat, Pengamat : Cawapres Penentu

Artinya bagaimana mencari tim, atau kawan dalam upaya berkoalisi guna merealisasikan tujuan kedepan didalam Pilpres 2019.

TRIBUPONTIANAK.CO.ID/RIDHO PANJI PRADANA
Pengamat Politik Untan Yulius Yohanes 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pengamat Politik Untan Yulius Yohanes  menilai dalam politik, komunikasi politik itu menjadi sebuah sarana untuk bagaimana orang bisa mencari peluang Pilpres kedepan, artinya terkait dengan komunikasi yang dilakukan elit Partai Demokrat dan Partai Gerindra adalah hal yang biasa.

Artinya bagaimana mencari tim, atau kawan dalam upaya berkoalisi guna merealisasikan tujuan kedepan didalam Pilpres 2019.

Baca: Peluang Koalisi Dengan Gerindra di Pilpres, Erma Ranik Beberkan 3 Nama Usulan Demokrat

Dan komunikasi itu membuka peluang selebar-lebarnya dalam upaya mencari kawan berkoalisi.

Kalau didalam politik, komunikasi yang berkoalisi seperti ini mencari bentuk. Bisa terjadi dan bisa juga tidak terjadi, bagaimana politik itu dilakukan dalam sebuah komunikasi maka bisa juga berubah saat last minute.

Baca: Erma Ranik dan Erwin Tobing Turut Hadiri Kunker Reses di Pontianak

Artinya bisa saja jika koalisi ini terbangun, ketika melihat peluang lebih besar dan baik maka bisa lari, jadi sah-sah saja ketika komunikasi yang dibangun beberapa partai sepanjang ideologi sama tidak akan jadi masalah, namun jika tujuan yang ingin dicapai berbeda maka akan bisa berubah ke koalisi partai yang lebih kuat.

Sebenarnya jika saya lihat, untuk dipilpres nanti faktor penentu adalah Cawapres. Walaupun memang di 2019 ini Jokowi menjadi sebuah barang mahal dan kuat, siapapun dipasangkan ke Jokowi tidak terlalu berpengaruh, apalagi jika yang menjadi Cawapres orang yang punya elektabilitas yang baik. Jadi penentu di Pilpres nantinya satu diantaranya adalah Cawapres.

Untuk peluang koalisi Demokrat-Gerindra, saya lihat Demokrat juga merupakan partai yang digemari anak muda, generasi millenial jadi lebih banyak terbuka dengan kekuatan partainya sehingga ada kemungkinan untuk AHY menjadi Cawapres.

Jadi memang dalam kompetisi Pilpres 2019 kedepan, sesuatu pertarungan yang bagaimana bisa membangun sebuah kekuatan di Indonesia dalam rangka upaya mensejahterakan masyarakat, kesejahteraan masyarakat jadi tolak ukur dan kunci masuk kemenangan Pilpres kedepan. 

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved