Hampir 100 Persen Produk yang Beredar di Pontianak Layak Konsumsi

Dinas Kesehatan Kota Pontianak mempunyai dua seksi pengawasan yaitu pengawasan makanan ditempat umum dan pengolahan serta seksi farmasi

Hampir 100 Persen Produk yang Beredar di Pontianak Layak Konsumsi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SYAHRONI
Kasi Kefarmasian dan Perbekalan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Dasni Rosna Ria 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dinas Kesehatan Kota Pontianak mempunyai dua seksi pengawasan yaitu pengawasan makanan ditempat umum dan pengolahan serta seksi farmasi dan pembekalan kesehatan.

Beberapa pegawai dari Dinas Kesehatan Kota Pontianak juga yang tergabung dalam tim Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM), Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag ) menyasar beberapa swalayan yang ada di Kota Pontianak untuk memeriksa penganan dan obat yang dijual.

Kasi Kefarmasian dan Perbekalan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Dasni Rosna Ria yang turun bersama tim menuturkan jika pihaknya selalu melakukan pengawasan rutin dilapangan secara berkala.

Baca: Lewat Momen Harkitnas, Wakapolres Sintang Ajak Masyarakat Refleksikan Nilai Pancasila

"Kita dari Dinas Kesehatan Pontianak selalu melakukan pengawasan rutin, hari ini loading sektornya adalah BBPOM. Kita hanya masuk dalam tim yang ada," ucap Dasni Rosna Ria saat diwawancarai setelah melakukan inspeksi mendadak, Senin (21/5/2018).

Beberapa point yang pihaknya awasi adalah, terkait dengan izin Produk Industri Rumah Tangga (PIRT) dan apakah makanan yang dijual di pasaran tersebut mengandung bahan yang berbahaya atau tidak.

"Kita mengawasi juga terkait bahan-bahan yang digunakan, jangan sampai bahan yang digunakan berbahaya bagi konsumen," tambahnya.

Baca: Ketua KPU Minta Petugas KPPS Jaga Integritas

Selama melakukan pengawasan secara berkala selama ini, Dasni menegaskan hampir 100 persen makanan di Kota Pontianak layak konsumsi dan sudah sedikit ditemukan makanan yang tak memiliki izin edar.

Terkadang disebutkannya memang masih ada produk yang mesti diperhatikan para produsennya sehingga tak membahayakan masyarakat.

Kemudian ia menjelaskan untuk kode PIRT Kota Pontianak semuanya sudah 15 digit, jika ada produk yang PIRT nya tak 15 digit berarti bukan produk asal Pontianak.

Pengawasan juga dilakukan secara terpadu bekerjasama dengan instansi terkait lainnya.

Penulis: Syahroni
Editor: listya sekar siwi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved