Breaking News:

Kapal Tongkang Berisi Batubara Nyaris Tenggelam, Penyebabnya masih Diselidiki

Kami juga baru mendapat informasi tadi malam, kami sudah menghubungi pemilik kapal agar segera melakukan tindakan

Editor: Jamadin
ISTIMEWA
Sebuah kapal tongkang bermuatan batubara, nyaris saja tenggelam di Kampung Sukan, Kecamatan Sambaliung. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TANJUNG REDEB  – Kapal tongkang bermuatan batubara, nyaris saja tenggelam di Kampung Sukan, Kecamatan Sambaliung. Dalam sebuah foto yang beredar di media sosial, posisi kapal tampak miring dan bagian tepi sudah nyaris sejajar dengan permukaan air sungai.

Dikonfirmasi, Kepala Bagian Fasilitas Syahbandar, Abdurrahman membenarkan adanya kapal tongkang yang nyaris tenggelam tersebut. Namun  Abdurrahman mengaku tidak mengetahui apa penyebabnya.

(Baca: Sutarmidji Komitmen Angkat IPM Kalbar )

“Kami juga baru mendapat informasi tadi malam, kami sudah menghubungi pemilik kapal agar segera melakukan tindakan,” ujarnya, Minggu (20/5/2018).

Informasi yang dihimpun di lapangan,  kapal tongkang tersebut nyrais tenggelam lantaran mengalami kebocoran setelah bersenggolan dengan tongkang lainnya yang melintas di alur yang sama.

Abdurrahman mengatakan, untuk menyelamatkan kapal dan muatannya, pemilik kapal telah menyiapkan kapal tongkang lainnya untuk memindahkan batubara. “Informasinya masih menunggu alat berat, eksavator untuk memindahkan isi muatan. Mungkin sore nanti tongkang bisa bergeser ke pinggir sungai,” kata Abdurrahman.

Dielaskannya, kapal tongkang tersebut harus segera dipindahkan, agar alur pelayaran tidak menyempit. Selain itu, jika tidak segera dievakuasi, dikhawatirkan akan menimbulkan insiden lainnya di lokasi yang sama. Abdurrahman juga mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

(Baca: Pasca Teror Bom di Tiga Gereja, Anggota DPRD Ini Ajak Warga Surabaya Bangkit )

Tahun 2015 lalu, Sebuah Kapal Layar Motor (KLM) dengan nama KLM Ilham Putra 03, juga kandas di Sungai Sukan, Kecamatan Sambaliung pada bulan November, dan baru berhasil dievakuasi pada bulan Januari 2016.

Saat itu, kapal yang kandas di tengah sungai itu, tidak hanya mengganggu alur pelayaran namun juga membuat masyarakat khawatir. Pasalnya, kapal yang mengalami kebocoran pada bagian lambung kapal ini memuat 600 ton pupuk.

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved