Ustaz Fahmi Salim Minta Dikeluarkan dari Daftar Kemenag, Alasannya Sungguh Luar Biasa

Ustaz Fahmi Salim Zubair ingin namanya dikeluarkan dari daftar Kemenag lantaran tak mau terjadi kegaduhan diantara mubalig dan dai.

Ustaz Fahmi Salim Minta Dikeluarkan dari Daftar Kemenag, Alasannya Sungguh Luar Biasa
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/KOLASE
Ustaz Fahmi Salim 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Ustaz Fahmi Salim Zubair yang minta dikeluarkan dari 200 daftar mubalig yang telah dirilis oleh Kementerian Agama.

Ustaz Fahmi Salim Zubair ingin namanya dikeluarkan dari daftar Kemenag lantaran tak mau terjadi kegaduhan diantara mubalig dan dai.

Ia ingin menjadi dirinya sendiri dan tak perlu pengakuan formalitas.

“Dengan berat hati saya tegaskan, saya meminta Sdr. Menteri Agama RI untuk mencabut nama saya dari daftar tersebut karena berpotensial menimbulkan syak wasangka, distrust di antara para muballigh dan dai, dan saya tak ingin menjadi bagian dari kegaduhan tersebut yang kontraproduktif bagi dakwah Islam di tanah air,” tulis Ustadz Fahmi Salim melalui rilisnya, Sabtu (19/5), dikutip dari Gelora.co.

Baca: Tak Masuk Daftar Penceramah Rujukan Kemenag, Jawaban Ustaz Abdul Somad Menohok

“Biarkanlah saya menjadi diri saya sendiri, apa adanya, sebagai seorang dai. Saya tidak perlu formalitas pengakuan dari pihak manapun. Karena saya sadar sesadar-sadarnya bahwa dakwah adalah amanah yang besar dan tanggung jawab di hadapan Allah dan ummat,” imbuh mantan Anggota Komisi Pengkajian dan Penelitian MUI Pusat itu.

Dikutip dari Kompas.com, Kementerian Agama merilis 200 nama penceramah yang dianggap moderat serta jauh dari ajaran intoleran dan radikal.

Baca: 200 Nama Penceramah yang Dianggap Moderat oleh Kemenag, Lihat Daftarnya di Sini

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengungkapkan, pihaknya merilis 200 nama tersebut untuk memenuhi permintaan masyarakat.

"Karena dalam beberapa hari terakhir, kami banyak mendapat pertanyaan dari sejumlah kalangan terkait kebutuhan untuk bisa mendapat penceramah yang baik," kata Lukman di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (18/5/2018).

Daftar 200 nama tersebut dapat dilihat di situs resmi Kemenag. Menurut Lukman, kedepannya daftar nama tersebut akan terus bertambah seiring dengan verifikasi yang dilakukan Kemenag.

Editor: Rizky Zulham
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved