Polisi Buru Penyebar Hoaks Serangan Bom
Setelah tim Gegana datang dan mengecek, dipastikan isi paket tersebut bukan bom dan hanya berisi arloji, beberapa baterai, dan kabel.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Penemuan paket berisi arloji dengan tulisan ISIS Merdeka di Ngaliyan beberapa hari lalu ternyata dimanfaatkan beberapa oknum tidak bertanggungjawab untuk menyebarkan berita hoaks.
Pada hari Rabu (16/5/2018) lalu memang ditemukan sebuah paket bertulis ISIS Merdeka di Jalan Honggowongso, Ngaliyan.
Paket itu ditemukan oleh seorang bernama Surya Endriawan yang kemudian melaporkan temuan itu ke Polsek Ngaliyan.
Setelah tim Gegana datang dan mengecek, dipastikan isi paket tersebut bukan bom dan hanya berisi arloji, beberapa baterai, dan kabel.
Setelah kejadian itu, beberapa grup Facebook justru memosting adanya bom dan penangkapan terduga teroris di Ngaliyan.
Postingan itu dilengkapi dengan foto KTP Surya Endriawan dan beberapa foto bom rakitan.
Bukan hanya di media sosial Facebook, pesan berantai melali Whatsapp juga ditemukan dengan postingan yang kurang lebih berbunyi sama.
Kapolsek Ngaliyan Kompol Donny Eko Listianto memastikan kabar adanya bom dan penangkapan terduga teroris itu tidak benar.
"Iya sangat saya sayangkan justru di medsos tersebar berita hoax itu, itu langsung saya counter melalui medsos Polsek Ngaliyan," terang Kompol Donny saat dihubungi Tribun Jateng, Sabtu (19/5/2018).
Ia menjelaskan, tanpa atau dengan laporan dari Surya Endriawan, kepolisian tetap bisa mengusut siapa saja yang sudah menyebarkan kabar bohong tersebut.
"Kami sudah ada beberapa akun yang kami pantau ikut menshare berita tersebut, bisa kami tindak dengan UU ITE, meski korban belum melapor terlebih jika nanti melapor," tambah Donny. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Polisi Akan Cari Penyebar Hoaks Adanya Bom di Ngaliyan, Semarang, Ini Fakta Sebenarnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/hoaks-terkait-bom_20180514_152226.jpg)