Usai Prosesi Gelar Kehormatan, Bupati Sintang Sampaikan Enam Isu Strategis Pada Cak Imin

Bupati Sintang Jarot Winarno mengucapkan selamat atas Anugerah Kehormatan Adat yang diterima Wakil Ketua MPR-RI Muhaimin Iskandar

Usai Prosesi Gelar Kehormatan, Bupati Sintang Sampaikan Enam Isu Strategis Pada Cak Imin
TRIBUPONTIANAK.CO.ID/WAHIDIN
Bupati Sintang Jarot Winarno saat menghadiri acara Prosesi Anugerah Kehormatan Adat yang diterima Wakil Ketua MPR-RI Muhaimin Iskandar dan Anggota DPR-RI Daniel Johan dari Kesultanan Sintang di Istana Al-Mukarramah, Kamis (10/5/2018) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Bupati Sintang Jarot Winarno mengucapkan selamat atas Anugerah Kehormatan Adat yang diterima Wakil Ketua MPR-RI Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dan Anggota DPR-RI Daniel Johan dari Kesultanan Sintang di Istana Al-Mukarramah.

"Pemberian gelar ini merupakan wujud penghormatan masyarakat Sintang, semoga diterima gelar budaya ini semakin menyukseskan bakti kepada bangsa dan negara," ujar Jarot dalam sambutannya, Kamis (10/5/2018) siang.

Baca: Tiba dari Yordania, Kapolri Langsung ke Mako Brimob Kelapa Dua Depok

Menurutnya, pemberian gelar seperti ini merupakan event budaya yang patut diberikan apresiasi. Sebab sebagai wujud penghormatan dan penghargaan atas nilai budaya yang dimiliki Kabupaten Sintang.

"Apalagi gelar ini terkait momen peringatan Hari Jadi Kota Sintang ke-656. Semoga kegiatan ini semakin mempererat kebersamaan antara masyarakat dengan pejabat pemerintah dalam membangun daerah," jelasnya.

Kepada Muhaimin Iskandar dan Daniel Johan, Jarot menjelaskan bahwa Sintang merupakan kabupaten yang terletak di wilayah timur Provinsi Kalimantan Barat. Dengan luas wilayah 21.635 kilometer dan penduduk di atas 400 ribu jiwa.

Lanjutnya bahwa ada enam isu strategis di Kabupaten Sintang, di antaranya pembangunan daerah yang masih timpang, pemekaran dan penataan wilayah yang belum optimal, lemahnya hilirisasi produk.

Kemudian rendahnya aksesbilitas terhadap sumber daya listrik, kegawatdaruratan infrastruktur, serta tata kelola pemerintahan yang masih belum maksimal. Sehingga tidak mampu diselesaikan semua oleh daerah.

"Sebab itu, melalui momentum ini, kami sampaikan bahwa kami membutuhkan dukungan pemerintah pusat dan lembaga terkait. Sehingga isu strategis yang kami hadapi ini dapat diselesaikan dengan baik," pungkasnya.

Penulis: Wahidin
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved