Lucu! Pesta Pernikahan Siswi SD Digagalkan Sang Ibu Histeris, Diganti dengan Acara Sunatan

Namun, karena pernikahan batal, acara pun diganti menjadi syukuran sunatan adik bungsu RSR, calon mempelai perempuan.

Lucu! Pesta Pernikahan Siswi SD Digagalkan Sang Ibu Histeris, Diganti dengan Acara Sunatan
BBC Indonesia/Zul Pattingalloang
Para tamu berkumpul di rumah keluarga calon mempelai pria, yang semula dipersiapkan untuk resepsi pernikahan. () 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANJAI - Akad nikah dan resepsi perkawinan yang melibatkan SR atau RSR, siswi SD berusia 12 tahun, dan pemuda berusia 21 tahun di Sulawesi Selatan, dinyatakan batal oleh pihak keluarga, Selasa (8/5/2018).

Padahal dari lokasi resepsi, semua persiapan sudah dilakukan dari panggung pelaminan beserta aneka macam hidangan serta acara hiburan untuk tamu undangan resepsi pernikahan kedua mempelai telah lengkap.

Namun, karena pernikahan batal, acara pun diganti menjadi syukuran sunatan adik bungsu RSR, calon mempelai perempuan.

"Kami hanya bisa menghibur kedua orangtua SR atas pembatalan akad nikah ini. Kami ganti acara resepsinya jadi sunatan adik bungsu karena persiapannya juga sudah lengkap," terang Ramli, kakek SR, kepada wartawan di Sulawesi Selatan, Zul Pattingalloang.

Baca: Kalah Telak dalam Pemilu Malaysia, Begini Sikap Ksatria Najib Razak yang Patut Ditiru

Akad nikah yang sebelumnya bakal digelar di rumah keluarga mempelai pria di Kecamatan Taroeng, Kabupaten Jeneponto, terjadi karena tidak adanya penghulu yang berani menikahkan anak tersebut lantaran takut berbenturan dengan hukum mengingat usia anak itu telah diketahui dan viral di sejumlah media.

"Tidak ada penghulu yang mau nikahkan di Jeneponto karena katanya takut umurnya masih muda dan aturan hukum, apalagi sudah ramai di media," ungkap Basri, ayah kandung SR di hadapan para wartawan.

Pihak keluarga pun hanya bisa pasrah atas pembatalan acara ini.

Suasana sempat gaduh ketika ibu SR histeris, meronta, dan menangis hingga sempat pingsan selama beberapa saat. Masih sepupu SR masih berstatus sebagai pelajar Sekolah Dasar, sementara Erwin merupakan pemuda yang telah beberapa tahun menjadi TKI bersama orangtuanya di perkebunan kelapa sawit Malaysia.

Dua tahun lalu dia pulang ke kampung halaman. SR dan Erwin masih bertalian darah sebagai sepupu.

"Mereka saling mengenal dua tahun lalu, karena sepupuan. Mereka sering teleponan dan ketemu karena saling suka. Kami sekeluarga mendukung saja dari pada terjadi apa-apa kalau mereka ketemu, mending kami nikahkan saja," ungkap Sinar, ibu SR.

Halaman
123
Editor: Madrosid
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved