Sidang Kedua Tiga Saksi Dihadirkan, Jaksa Kejar Aliran Dana Tipikor Meubelair Rusunawa

Tiga saksi dihadirkan saat sidang kedua terdakwa dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) korupsi meubelair rumah susun

Sidang Kedua Tiga Saksi Dihadirkan, Jaksa Kejar Aliran Dana Tipikor Meubelair Rusunawa
TRIBUPONTIANAK.CO.ID/RIZKY PRABOWO RAHINO
Suasana sidang kedua terdakwa dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) korupsi meubelair rumah susun mahasiswa (rusunawa) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pontianak Tahun Anggaran 2012, Helmi Hardik di Pengadilan Tipikor, Pengadilan Negeri (PN) Pontianak, Jalan Urai Bawadi, Kota Pontianak, Rabu (9/5/2018) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Tiga saksi dihadirkan saat sidang kedua terdakwa dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) korupsi meubelair rumah susun mahasiswa (rusunawa) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pontianak Tahun Anggaran 2012, Helmi Hardik di Pengadilan Tipikor, Pengadilan Negeri (PN) Pontianak, Jalan Urai Bawadi, Kota Pontianak, Rabu (9/5/2018) siang.

Tiga saksi yang dihadirkan dalam sidang beragenda pemeriksaan saksi-saksi adalah orang yang terkait dengan pengadaan proyek ini yakni Dulhadi (Pejabat Pembuat Komitmen atau PPK), Fachrijandi (Ketua Panitia Lelang) dan M Syahrun (Anggota Panitia Lelang).

Dua saksi yakni Dulhadi dan Fachrijandi bahkan sudah menjadi terpidana dalam kasus dugaan tipikor yang sama dan sudah jatuh vonis beberapa waktu lalu.

Sidang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Tipikor Haryanta didampingi dua orang hakim anggota dan satu panitera.

Baca: Persib vs Persipura - Gomez Nilai Wajib Menyenangkan Hati Bobotoh, Persipura Tak Khawatir!

Usai sidang, Ketua Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri (JPU Kejari) Pontianak Juliantoro menegaskan akan berupaya mengusut tuntas aliran-aliran dana yang kemungkinan ada dalam proyek pengadaan itu.

“Kita ingin terus mengejar. Pertama, aliran uang itu kemana saja. Kedua kita ingin melihat riilnya siapa yang harus bertanggung jawab dari sisi pengadaan, pemilih penyediaan barang serta dari sisi pelaksanaan dan perencanaan,” ungkapnya saat diwawancarai awak media usai sidang.

Kasi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Pontianak ini menimpali jika dilihat dari keterangan saksi yang dihadirkan dan bantahan terdakwa saat sidang kedua ini. Semua bisa mengetahui bahwa baik saksi-saksi maupun terdakwa terlibat.

“Nampak sekali bahwa kalau itu disepakati bersama. Harusnya semua jadi tersangka. Jika menyepakati beberapa perbuatan menyimpang seperti tidak membentuk PPHP (Panitia Penerima Hasil Pekerjaan). Kemudian bertindak seolah-olah sebagai PPHP padahal tidak punya kewenangan. Secara adil, semua harus jadi tersangka,” terangnya.  

​​

Halaman
12
Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved