Terdakwa Paparkan Perannya Dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Alkes RSUD SSMA Tahun 2012

Sugito memaparkan perannya dalam dugaan aliran dana korupsi proyek yang merugikan negara sekitar Rp 13.419.616.000

Terdakwa Paparkan Perannya Dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Alkes RSUD SSMA Tahun 2012
TRIBUPONTIANAK.CO.ID/RIZKY PRABOWO RAHINO
Satu diantara terdakwa dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) pengadaan alat kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah (alkes┬áRSUD) Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak Tahun 2012, Sugito memberikan kesaksian saat sidang keduabelas beragenda pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Tipikor, Pengadilan Negeri (PN) Pontianak, Jalan Urai Bawadi, Kota Pontianak, Rabu (8/5/2018) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Satu diantara terdakwa dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) pengadaan alat kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah (alkes RSUD) Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak Tahun 2012, Sugito memaparkan perannya dalam dugaan aliran dana korupsi proyek yang merugikan negara sekitar Rp 13.419.616.000 berdasarkan audit Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) dari pagu anggaran Rp 35 Milyar.

Hal ini diungkapkan saat sidang keduabelas beragenda pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Tipikor, Pengadilan Negeri (PN) Pontianak, Jalan Urai Bawadi, Kota Pontianak, Rabu (8/5/2018).

Baca: Jawab Hanya Kenal Sekilas, Ini Keakraban Saksi Kedua dan Terdakwa Suhadi di Sidang Alkes

Sugito menjadi terdakwa kedua yang diperiksa, setelah Yekti Kusumawati. Sugito diperiksa mulai pukul 15.13-16:20 WIB.  

Dalam kesaksiannya, Sugito mengaku sebagai Direktur PT Bina Karya Sarana (BKS) sejak tahun 2009. Ia juga mengatakan PT BKS dimiliki oleh Suhadi yang juga merupakan Direktur PT Mitra Bina Medika (MBM). Kedua kantor itu beralamat di Batam.

“Saya tahu, PT BKS ikut lelang dan menang lelang pengadaan Alkes RSUD SSMA Tahun 2012,” ungkapnya.

Ia menegaskan tidak tahu-menahu terkait tahapan penyusunan kelengkapan dokumen dan proses upload ke sistem. Pasalnya, semua proses itu dipercayakan kepada Direktur sekaligus staf administrasi PT BKS bernama Heru.

“Sejak awal sampai menang lelang itu Heru yang urus. Saya hanya tandatangan saja,” terangnya.

Ia menimpali proyek pengadaan ini bukanlah kali pertama yang dikerjakan oleh PT BKS. Sebelumnya, PT BKS juga pernah ikut berbagai lelang proyek. Saat mengikuti proses-proses lelang, tidak semuanya menang.

“Ada juga kalah lelang saat ikut proyek lain,” jelasnya.

Sugito mengaku pernah bertemu dengan Rian (CV Multico) di Batam saat itu. Rian merupakan orang yang mengurus barang alkes masuk dari luar ke Pontianak

“Saya dapat perintah dari Suhadi. Untuk PT Kharisma itu rekanan dan ada perjanjian dengan PT BKS membantu support barang saat pengadaan. Untuk kerjasama M Nabil dengan PT BKS sudah pernah ada. Pengadaannya juga Alkes di Riau, Kampar dan Indragiri,” tandasnya.

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved