Bersaksi di Persidangan Fredrich Yunadi, Ini Keterangan Ajudan Setya Novanto

"Di sana ada beberapa yang tidak berkepentingan lalu saya suruh keluar. Ada satu lagi pakai pakaian loreng kuning dia tidak mau keluar.‎

Bersaksi di Persidangan Fredrich Yunadi, Ini Keterangan Ajudan Setya Novanto
KOMPAS.COM/Robertus Belarminus
Mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Riska Anungnata, penyidik KPK, membenarkan pihaknya bertanya pada Reza Pahlevi, ajudan Setya Novanto soal kecelakaan yang menimpa mantan Ketua DPR RI itu pada Kamis (16/11/2017) silam.

Hal tersebut diakui Riska saat bersaksi bagi terdakwa Fredrich Yunadi, Senin (7/5/2018) di Pengadilan Tipikor Jakarta atas kasus dugaan merintangi penyidikan e-KTP.

"Saat itu di lantai 3 ruang VIP, tempat Setya Novanto dirawat, insting saya sebagai penyidik menyebutkan ada beberapa orang yang tidak saya kenal, kemungkinan simpatisan Setya Novanto. Seingat saya, khusus di koridor VIP itu ada 7-8 orang‎," terang Riska.

(Baca: Pabrik Kopra di Singkawang Terbakar )

Lanjut Riska‎ berbagi tugas. Yang masuk ke dalam melihat kondisi Setya Novanto hanya penyidik senior Damanik, Riska sendiri termasuk dokumentasi, sehingga totalnya ada lima orang.

Lanjut penyidik yang lainnya bertugas memahami situasi di sana.‎ Kegiatan para penyidiknya itu, lanjut Riska sempat didokumentasikan oleh orang-orang yang disebutnya sebagai simpatisan Setya Novanto.

(Baca: Tolak Gugatan HTI, Ini Pertimbangan Majelis Hakim PTUN Jakarta )

"Setelah liat Setya Novanto, beliau tertidur tidak sadar, tidak buka mata. Kami cari tahu bagaimana peristiwa kecelakaan dan siapa yang terlibat.‎ Kebetulan di lantai 3 selain kamar Setya Novanto ada dua kamar lagi yang digunakan oleh keluarga dan ajudan. Kami cari Reza, ajudan Setya Novanto," ungkap Riska.

Setelah menemukan Reza ada di ruangan, Riska lalu memerintahkan penyidik lainnya yakni Afandi untuk berbicara dengan Reza menggali bagaimana kronologi kecelakaan.

"Di sana ada beberapa yang tidak berkepentingan lalu saya suruh keluar. Ada satu lagi pakai pakaian loreng kuning dia tidak mau keluar.‎ Saya minta Afandi yang berialog karena Afandi penyidik dari Polri, suasana kebatinan saya anggap mereka lebih dekat," ungkap Riska.

Lanjut jaksa menanyakan dialog apa saja yang terjadi antara Afandi dengan Reza. Riska menjelaskan pada Afandi dan dirinya, Reza menceritakan ketika kecelakaan, dia duduk di depan sedangkan Setya Novanto di bagian belakang.

Lalu terjadi kecelakaan dan Reza lanjut membopong Setya Novanto dimasukkan ke mobil Aziz Samuel ‎untuk dibawa ke Rumah Sakit terdekat demi mendapat pertolongan.

"Saat dialog terjadi terdakwa (Fredrich Yunadi) masuk sambil senyum-senyum dan menanyakan ada apa ini. ‎ Fredrich juga mendengarkan cerita Reza. Afandi bertanya lagi, Pak Setya Novanto kondisinya berdarah-darah tidak? Reza bilang tidak liat, dia hanya angkat lalu digendong. Afandi tanya lagi, kok bajunya bersih? Karena Reza saat itu pakai baju putih. Reza bilang saat itu tidak melihat Setya Novanto berdarah atau tidak, dia hanya bertugas mengamankan Setya Novanto," katanya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Bopong Setya Novanto, Penyidik KPK Pertanyaan Baju Ajudan Masih Bersih

Editor: Jamadin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved