Pilkada Sanggau
Bawaslu Sanggau Launching Kampung Awas di Tiga Kecamatan
Ada tiga Desa yang pada hari dan jam yang sama kita lakukan louching kampung awas
Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Jamadin
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hendri Chornelius
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sanggau lounchig serentak kampung awas di tiga Desa di tiga Kecamatan di Sanggau, Senin (7/5). Tiga desa tersebut diantaranya, Desa Balai Sebut Kecamatan Jangkang, Desa Tayan Hulu Kecamatan Tayan Hulu dan Desa Upe di Kecamatan Bonti.
"Ada tiga Desa yang pada hari dan jam yang sama kita lakukan louching kampung awas. Jadi, kita bagi tim untuk melakukan louching pada hari ini, ” kata Anggota Bawaslu Sanggau Bidang Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Ahmad Zaini, Senin (7/5/18).
Zaini menjelaskan ketiga desa yang terpilih tersebut menjadi pilot projek pengawasan pilkada 2018. Dengan telah dibentuknya kampung awas diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam melakukan pengawasan Pilkada berbasis tahapan pemilihan.
(Baca: Terkait Penggunaan BRI Corporate Cart, Bank BRI Jalin Kerjasama dengan Polda Kalbar )
“Masyarakat diharapkan mengawasi pemilihan kepala daerah yang saat ini sedang berlangsung, ” harapnya.
Ia menambahkan, keberadaan kampung awas mendapat respon baik dan dukungan dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan stakeholder terkait sehingga melahirkan komitmen bersama dalam mengawasi pilkada bebas dari politik uang, politisasi SARA, serta menjaga netralitas ASN,TNI, POLRI, dan kepala desa.
(Baca: Subhanallah! Tak Lazim, Anak Ayam Berkaki dan Bersayap Empat Viral )
Dikatakanya, acara louching tersebut dihadiri Forkompinka kecamatan, FKUB, timses kedua pasangan calon, pemilih pemula, tokoh adat dan tokoh masyarakat setempat. tema besar dari kampung awas tersebut adalah tolak dan lawan politik uang dan politisasi SARA, serta menjaga netralitas ASN, TNI/Polri dan Kepala Desa.
“Tema besarnya ini menjadi point penting yang ingin kita sampaikan kepada masyarakat. Kita juga mengajak partisipasi masyarakat dalam mengawasi pelaksaan pilkada yang terbebas dari politik uang dan politisasi SARA, ” pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/ahmad-zaini_20180507_183050.jpg)