50 Pemuda Dari 20 Negara di Bawah Naungan AMSA Kunjungi DPD RI

Kunjungan 50 pemuda dari 20 negara di bawah naungan AMSA ini diterima langsung Ketua DPD RI, Oesman Sapta Odang.

Penulis: Subandi | Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Para pemuda dari 20 negara peserta kegiatan Asean Plus Youth Camp 2018 dan lain-lainnya berfoto bersama di Kantor DPD RI belum lama ini. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Subandi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Asean Muslim Students Association (AMSA) telah menggelar Asean Plus Youth Camp 2018. Kegiatan yang bertajuk "Youth Conections for the world's peace and prosperity" dihadiri 50 pemuda  dari 20 negara di Asean dan Luar Asean.

20 negara tersebut yakni Afganistan, Libya, Tajikistan, Kazakstan, Ajarbaizan dan Aljazair. Kemudian Sudan, Madagascar, Polandia, Slovakia, Rusia, Cina, Banglades, Korea Selatan, Jepang, Vietnam, Kamboja, Philipina, Thailand.

Baca: Peringati HUT ke 59, Fakultas Hukum Gelar Pekan Pro Justitia

Di antara kegiatannya kunjungan ke Kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di Jakarta Pusat, Jumat (4/5).

Kunjungan 50 pemuda dari 20 negara di bawah naungan AMSA ini diterima langsung Ketua DPD RI, Oesman Sapta Odang.

Baca: Lantik PKK dan Bunda PAUD, Ini Pesan Erlinawati Nasir

Presiden AMSA, Safwan Noor berterimakasih kepada seluruh delegasi yang menghadiri Asean Plus Youth Camp 2018 ini. Ia menjelaskan suksesnya kegiatan ini berkat dukungan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), DPD RI dan lain-lain.

“Saya bersyukur atas  suksesnya kegiatan ini,” ucap Safwan Mantan Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Haudl Ketapang ini kepada wartawan di Ketapang, Senin (7/5).

Mantan Presiden Mahasiswa (Presma) STAI Al-Haudl Ketapang ini mengatakan tujuan kegiatan untuk mempererat interkoneksi antar pelajar didunia. Di antaranya dalam mewujudkan perdamaian didunia sesuai dengan tema yang diangkat pihaknya.

“Pada forum ini semua delegasi dari 20 negara bersepakat mendukung masalah konflik kemanusiaan harus dientaskan dibelahan dunia manapun. Lantaran rasa kemanusiaan tidak memandang, suku, ras, agama dan adat,” ungkapnya.

Mantan Sekretaris Umum Himpinan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ketapang ini menambahkan melalui kegiatan itu pula sikap toleransi sangat dipupuk.

Lantaran pada forum ini membuat semua harus belajar bertoleransi dan menerima perbedaan.

Serta menyatukan persamaan antar sesama dari berbagai Negara itu.

“Mereka belajar culture dari setiap negara yang berbeda-beda. Sehingga bisa saling mengerti kondisi tiap negara demi menumbuhkan rasa toleransi dan kemanusiaan untuk dipersatukan,” tuturnya. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved