Debat Publik Pilgub Kalbar

Tampak Kecewa, Karolin Enggan Komentari Penyelenggaran Debat Kedua dan Lebih Tegaskan Hal ini

Cagub Kalbar nomor urut 2, Karolin Margret Natasa tampak kecewa dengan pelaksanaan debat kedua Pilgub Kalbar 2018.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANESH VIDUKA
Pasangan calon Gubernur Kalimantan Barat nomor urut 2, Karolin Margret Natasa dan Suryadman Gidot saat mengikuti debat publik antar pasangan calon di Qubu Resort, Jalan A Yani II, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu (5/5/2018) pukul 19.30 WIB. Debat publik antar pasangan calon Gubernur dan wakil Gubernur Kalimantan Barat periode 2018-2023 putaran kedua ini mengangkat tema Pembangunan Ramah Lingkungan dan Pengelolaan Sumber Daya Alam. TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Cagub Kalbar nomor urut 2, Karolin Margret Natasa tampak kecewa dengan pelaksanaan debat kedua Pilgub Kalbar 2018.

Ditemui usai debat, ia pun tampak enggan berkomentar.

"No Comment Deh," kata Karolin, Sabtu (05/05/2018) malam.

Anggota DPR RI dua periode ini pun lebih kepada minta komentar dengan pakaian yang dikenakannya.

Baca: Foto-foto Pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Kalbar Saat Mengikuti Debat Publik

"Gimana bagus gak saya hari pakai songket Sambas, Pak Gidot hari ini pakai baju etnis Madura, dengan ini menunjukan bahwa KaDo pasangan nomor dua pasangan untuk semua warga Kalbar," ungkapnya.

Pada hari ini, kata dia, KaDo sudah memaparkan bahwa memang tidak bisa lagi menyalahkan masa lalu, tapi apa yang bisa dibuat dimasa depan, harus konkret, jelas, dan tidak bermimpi.

"Kami juga sudah tunjukan hasil nyata yang kami buat, kompor sawit, lampu dengan tenaga sinar matahari dan harganya terjangkau. Jika sekarang rakyat harus beli dengan harga Rp 8 juta satu set, kita siapkan murah meriah hasil karya anak negeri untuk masyarakat kita yang ada di pedalaman," terangnya.

Baca: Pecah! Aksi Karolin di Segmen 6 Debat Kedua Bikin Satu Ruangan Bergoyang

Dikatakannya pula, jika dirinya bersama Suryadman Gidot tak akan mengorbankan masyarakat yang ada di hutan.

"Paslon nomor dua tidak akan menggusur, membunuh, membuang rakyat yang hidup rakyat di dalam hutan namun kita akan carikan solusi untuk masyarakat kita yang ada di pedalaman," pungkasnya.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Septi Dwisabrina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved