Dua Komoditi Holtikultura Ini Jadi Pemicu Inflasi

Ia menambahkan dua komoditas itu memiliki andil besar meningkatnya inflasi di Indonesia, khususnya Kalbar.

Dua Komoditi Holtikultura Ini Jadi Pemicu Inflasi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIZKY PRABOWO RAHINO
Suasana rapat koordinasi (rakor) stabilitas harga dan stok barang kebutuhan pokok di daerah menjelang puasa dan lebaran 2018/1439 Hijriyah di Balai Petitih, Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Kamis (3/5/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Kalimantan Barat, Heronimus Hero mengatakan ada dua komoditi holtikultura strategis yang berpengaruh ke inflasi atau lonjakan harga.

Dua komoditi itu yakni bawang dan cabe.

"Seperti diketahui dua komoditi ini dalam beberapa tahun belakangan mengalami kenaikan," ungkapnya saat rapat koordinasi (rakor) stabilitas harga dan stok barang kebutuhan pokok di daerah menjelang puasa dan lebaran 2018/1439 Hijriyah di Balai Petitih, Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Kamis (3/5/2018).

Baca: Asppirasi Gelar Aksi, Tuntut 4 Hal Ini Pada Penyelenggara Pemilu

Baca: Pemprov Kalbar Gelar Rakor Stabilitas Harga dan Stok Barang Jelang Ramadan dan Lebaran 

Ia menambahkan dua komoditas itu memiliki andil besar meningkatnya inflasi di Indonesia, khususnya Kalbar. Kenaikan harga disebabkan tidak seimbangnya antara tingkat penawaran dan permintaan cabe dan bawang.

 Baca: Stok Beras Kalbar Aman Jelang Puasa Ramadan dan Lebaran 1439 Hijriyah

"Terutama bawang merah dianggap tidak bisa dikembangkan di Kalbar selama ini. Sehingga tergantung pada pasokan luar daerah," terangnya.

 Terkait kondisi ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar terus berupaya mencoba program pengembangan bawang merah dan cabai di beberapa daerah kabupaten/kota se-Kalbar.

Kendati belum mendapatkan hasil produksi maksimal, namun pihaknya bersyukur setidaknya ada harapan bahwa pengembangan komoditas bawang merah bisa tumbuh dan menghasilkan di Kalbar.

"Ini untuk antisipasi harga melonjak. Kami harap dukungan kabupaten/kota agar ada pengembangan di tingkat daerah selain dari dana APBN dan APBD Provinsi. Pengembangan cabai dan bawang perlu dukungan dari luar juga," tukasnya. 

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved