Ditreskrimsus Polda Kalbar Bidik Spekulan Pangan

Ia menegaskan sanksi bagi oknum pelaku usaha, distributor dan spekulan yang nakal adalah teguran hingga pencabutan izin usaha.

Ditreskrimsus Polda Kalbar Bidik Spekulan Pangan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / YOUTUBE
Sekjend Kementerian Perdagangan melakukan kunjungan kerja lapangan dengan sidak di Pasar Flamboyan 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Prabowo

TRIBUNPONTIANAK.CO,ID, TRIBUN - Kasubdit I Ditreskrimsus Polda Kalbar, AKBP Sardo Mangatur Perdamaian Sibarani menegaskan Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Barat bersama-sama dinas terkait akan terus mengawasi ketersediaan bahan-bahan kebutuhan pokok di Kalbar.

"Kita akan sama-sama memanggil dan menegur para distributor, pengusaha atau spekulan yang menaikkan harga barang-barang kebutuhan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET)," terangnya usai rakor rakor bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar di Balai Petitih, Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Kamis (03/05/2018).

Kasubdit I Ditreskrimsus Polda Kalbar, AKBP Sardo Mangatur Perdamaian Sibarani.
Kasubdit I Ditreskrimsus Polda Kalbar, AKBP Sardo Mangatur Perdamaian Sibarani. (TRIBUPONTIANAK.CO.ID/RIZKY PRABOWO RAHINO)

Baca: Jurus Kemendag Redam Lonjakan Harga Pangan, Pemprov Gelar Rakor Persiapan Ramadan

Ia menegaskan sanksi bagi oknum pelaku usaha, distributor dan spekulan yang nakal adalah teguran hingga pencabutan izin usaha.

Berdasarkan pemantauan selama ini yang dilakukan bersama dinas terkait, kata Sardo, para pelaku usaha dan distributor sangat kooperatif mengikuti anjuran yang diberikan oleh pemerintah. "Bersyukur, semua koperatif. Untuk kasus kenaikan harga di luar HET belum ada," terangnya.

Baca: Bulog Kalbar Jamin Stok Pangan Aman hingga Lebaran

Untuk kasus penindakan terhadap bahan-bahan pokok yang masuk dari luar negeri secara ilegal, Sardo mengatakan ada 28 kasus yang ditangani oleh Polda Kalbar sepanjang empat bulan terakhir.

"Dalam tempo 4 bulan ini, ada 28 kasus ditangani dengan jumlah tersangka sebanyak 28 orang. Barang-barang kebutuhan pokok itu dari luar. Rata-rata adalah sayur-sayuran yang tidak ada di Kalbar, namun ada di Pulau Jawa. Seperti wortel, kentang dan bawang," tukasnya.

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Didit Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved