MotoGP

2015 Awal Peseteruan dengan Marc Marquez, Rossi: Saya Ikon Pahlawan

Pada musim 2015 adalah Sepang Clash, di mana Rossi berseteru dengan Marc Marquez yang menurutnya membantu Lorenzo dalam perburuan gelar.

2015 Awal Peseteruan dengan Marc Marquez, Rossi: Saya Ikon Pahlawan
MANAN VATSYAYANA/AFP PHOTO
Pebalap Repsol Honda asal Spanyol, Marc Marquez (kanan), dan pebalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Pebalap tim Movistar Yamaha, Valentino Rossi, mengakui jika peristiwa yang terjadi pada tahun 2015 telah mengubah banyak hal.

Tahun 2015 merupakan tahun krusial bagi Valentino Rossi karena tahun tersebut pebalap berusia 39 tahun itu sangat dekat dengan gelar juara dunia kesepuluh.

Namun pada akhir musim Rossi gagal merengkuh gelar juara dunia karena tertinggal empat poin dari rekan satu timnya saat itu, Jorge Lorenzo.

Tentu yang paling di sorot pada musim 2015 adalah Sepang Clash, di mana Rossi berseteru dengan Marc Marquez yang menurutnya membantu Lorenzo dalam perburuan gelar.

Baca: Valentino Rossi: Ini Asal Muasal Julukan The Doctor dan Nomor 46

Meski gagal meraih gelar juara dunia, setelah balapan seri terakhir di GP Valencia, Rossi mendapatkan applause dari para penggemarnya saat hendak kembali menuju garasi Yamaha.

Tidak bisa dipungkiri, jika Valentino Rossi merupakan pebalap MotoGP yang memiliki basis penggemar terbanyak daripada pebalap MotoGP yang lain.

Bahkan jika melihat dari pengikut Rossi di akun Instagram, pebalap berkebangsaan Italia itu memiliki pengikut 5,1 juta.

Bandingkan dengan pebalap tim Repsol Honda, Marc Marquez, yang ada di peringkat kedua dengan jumlah pengikut Instagram 2,9 juta.

Memiliki banyak penggemar, Valentino Rossi mengaku pernah kesulitan untuk menghadapai situasi tersebut di masa lalu.

"Memiliki begitu banyak penggemar adalah harga yang harus anda bayar, tetapi seiring bertambahnya usia, saya lebih santai tentang itu semua," kata Valentino Rossi dikutip BolaSport.com dari GPOne.

"Di masa lalu sulit bagi saya untuk memahami bahwa saya tidak dapat memiliki hidup normal," ujar Rossi menambahkan.

Pemegang sembilan gelar juara dunia itu menambahkan bahwa banyak hal telah berubah sejak peristiwa yang terjadi pada tahun 2015.

"Saya selalu memiliki banyak penggemar, tetapi sejak kembali ke Yamaha, dan terutama setelah apa yang terjadi pada tahun 2015, banyak hal telah berubah. Seolah-olah saya telah menjadi ikon, pahlawan olahraga," tutur rider 39 tahun itu.

Editor: Rizky Zulham
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved