Selain Bangun Infrastruktur Pendidikan dan Kebudayaan, Pemerintah Kuatkan Pembangunan SDM

Mulai tahun ini, Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla mencanangkan prioritas pembangunan pada penguatan SDM.

Tayang:
Penulis: Jimmi Abraham | Editor: Rizky Zulham
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIZKY PRABOWO RAHINO
Penjabat (Pj) Gubernur Kalbar Doddy Riyadmadji menyampaikan sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Muhadjir Effendy saat upacara peringatan Hardiknas Tahun 2018 Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar di halaman Kantor Gubernur Kalbar, Selasa (2/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Penjabat (Pj) Gubernur Kalbar, Doddy Riyadmadji menerangkan selain pembangunan infrastruktur pendidikan dan kebudayaan, dilakukan juga penguatan sumber daya manusia (SDM) agar menjadi modal yang andal dan siap menghadapi perubahan zaman yang melaju kencang, kompleks, tak terduga dan multiarah.

Mulai tahun ini, Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla mencanangkan prioritas pembangunan pada penguatan SDM.

"Di sinilah peran dan tanggungjawab pendidikan dan kebudayaan akan semakin besar," ungkapnya saat bacakan sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Muhadjir Effendy saat upacara peringatan Hardiknas Tahun 2018 Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar di halaman Kantor Gubernur Kalbar, Selasa (2/5/2018).

Baca: Rayakan Hardiknas 2018, BNI Undang 25.250 Pelajar Field Trip

Dalam penguatan SDM itu ada tantangan internal dan eksternal. Tantangan internal tampak pada gejala tergerusnya ketajaman akal budi dan kekukuhan mentalitas. Contohnya, melemahnya mentalitas anak-anak akibat terpapar dan terdampak oleh maraknya simpul informasi dari media sosial.

"Untuk menjawab tantangan ini, sejak awal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah meneguhkan pentingnya penguatan pendidikan karakter dan literasi, selain ikhtiar mencerdaskan bangsa," terangnya.

Hal itu sejalan dengan revolusi karakter bangsa sebagai baglan dari pengejawantahan program Nawacinta Presiden dan Wakil Presiden. Ikhtiar itu makin kuat menyusul ditetapkannya Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK).

"Yang mengamanahkan gerakan pendidikan di bawah tanggung jawab satuan pendidikan untuk memperkuat karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir dan olahraga dengan pelibatan dan kerja sama antara satuan pendidikan, keluarga dan masyarakat sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM)," jelasnya.

Antusiasme masyarakat terhadap gerakan PPK luar biasa. Tak terhitung jumlahnya praktik-praktik baik PPK dibagikan oleh masyarakat secara sukarela. Mereka menyadari bahwa penguatan karakter dan literasi warga negara merupakan bagian penting yang menjadi ruh dalam kinerja pendidikan dan kebudayaan, yang memerlukan pelibatan semua komponen bangsa.

"Sebagaimana Ki Hajar Dewantara menempatkan hal ini dalam tripusat pendidikan, yaitu sekolah, rumah dan masyarakat. Salah satu bentuk penguatan tripusat pendidikan adalah pelibatan keluarga dalam mendukung sukses pendldikan anak dan penguatan karakter," ujarnya.

Guru, orangtua dan masyarakat harus jadi sumber kekuatan untuk memperbaiki kinerja dunia pendidikan dan kebudayaan dalam menumbuhkembangkan karakter dan literasi anak-anak Indonesia.

"Tripusat pendidikan itu harus secara simultan menjadi Iahan subur tempat persemalan nilainilai religius, kejujuran, kerja keras, gotong-royong dan seterusnya bagi para penerus kedaulatan dan kemajuan bangsa," tandasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved