Aditya: Laporkan Jika Ada Orang Yang Mempromosikan  Susu Formula Saat Anda Melahirkan  

Dengan aksi ini, AIMI Kalbar berhadap apa yang mereka lakukan terkait membuka pengaduan

Aditya: Laporkan Jika Ada Orang Yang Mempromosikan  Susu Formula Saat Anda Melahirkan  
independent.ie
susu formula 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak,  Syahroni 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Cabang Kalimantan Barat memberikan  kesempatan  yang sebesar-besarnya pada masyarakat untuk melapor atau dengan kata lainnya pihak AIMI Kalbar menerima pengaduan  dari masyarakat apabila terjadi dugaan pelanggaran  promosi susu yang tidak etis di fasilitas  kesehatan saat  ibu sedang melahirkan. 

Menurut Ketua AIMI Kalbar,  Aditya Galih jika pelanggaran promosi susu yang tidak etis di fasilitas kesehatan saat ibu melahirkan kerap terjadi. 

"Dugaan pelanggaraan ini antara lain seperti pernah melihat praktek penjualan atau melihat iklan susu formula yang tidak etis, ataupun bayi yang baru lahir diberikan susu formula tanpa persetujuan keluarga, ataupun ibu pasca melahirkan mendapatkan sample susu formula gratis. Hal ini bisa dilaporkan," ungkap Ketua AIMI Kalbar Aditya Galih,  Senin (30/4/2018).

(Baca: Salut! Wanita Ini Beri Perlawanan Saat Hendak Dilecehkan dalam Kereta )

Dasar dari himbauan  AIMI Kalbar ini adalah sesuai dengan Pasal 128 Undang-Undang No.39/2009 tentang kesehatan. Dimana, setiap bayi yang baru dilahirkan berhak mendapatkan ASI eksklusif sejak dilahirkan selama enam bulan kecuali atas indikasi medis. 

Kemudian, selama pemberian ASI, pihak keluarga, pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat harus mendukung ibu bayi secara penuh dengan penyediaan waktu dan fasilitas khusus. 

"Bukan itu saja,  fasilitas khusus yang dimaksudkan itu pun sudah dijelaskan dalam UU No.22 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Dimana, negara dan pemerintah berkewajiban dan bertanggungjawab memberikan dukungan sarana dan prasarana salah satunya yakni ruang menyusui," tambahnya. 

Oleh karena itu,  AIMI Kalbar berharap pengaduan yang masuk dapat mengimplementasikan undang-undang yang sudah ada. Kemudian ibu-ibu hamil dan menyusui diluar sana, sadar bahwa mereka dilindungi untuk memberikan ASI.

(Baca: Warga Perbatasan Serahkan Dua Senpi Rakitan ke TNI )

"Jadi jangan ragu untuk melaporkan jika ada dugaan pelanggaran. Pengaduan dapat dilakukan dengan mengirimkan foto bukti promosi atau oleh oleh susu formula ke lapor_aimikalbar@gmail.com dengan menyertakan tanggal kelahiran dan nama fasilitas kesehatan. Semua laporan yang masuk, akan kami jaga kerahasiaannya," kata Ditya.  

Pembukaan pengaduan ini, menurutnya, berdasarkan pantauan AIMI di beberapa daerah yang ada di Indonesia. Maraknya iklan penjualan susu formula dan pemberian susu formula tanpa ijin dibeberapa daerah menjadi contoh untuk diterapkan di Kalbar, khususnya Kota Pontianak sebagai wilayah ibukota. 

Dengan  aksi ini,  AIMI Kalbar berhadap apa yang mereka lakukan  terkait membuka pengaduan, dapat meningkatkan kesadaran ibu-ibu dan dapat meningkatkan pula angka menyusui di wilayah Kota Pontianak..
 

-- 

Penulis: Syahroni
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved