Peduli dengan Tatanan Bahasa, Para Pemenang Lomba Pembawa Acara Akan Bentuk Komunitas

Hal itu dimaksudkan untuk menjaga penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam setiap Acara dan event-event

Peduli dengan Tatanan Bahasa, Para Pemenang Lomba Pembawa Acara Akan Bentuk Komunitas
KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO
Pembawa acara Ira Koesno menjadi moderator debat perdana calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta 2017 yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum Provinsi DKI Jakarta di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (13/1/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak M Wawan Gunawan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK - Rendahnya penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar yang digunakan oleh para pembawa acara dalam setiap acara, membuat para pemenang lomba pembawa acara Gebyar Hardiknas 2018 berkeinginan membuat sebuah komunitas pembawa acara dikota Pontianak, Jumat (27/4/2018).

Wahyudi (23) salah satu pemenang lomba pembawa acara di gebyar hardiknas 2018 mengatakan, para pemenang akan membentuk sebuah komunitas pembawa acara (Pewara) di kota Pontianak dibawah naungan balai bahasa.

Hal itu dimaksudkan untuk menjaga penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam setiap acara dan event-event yang ada di Pontianak.

Baca: PMKRI Kampanyekan Keseteraan Gender, Kembali Utus Kadernya di Sosialisasi Program Gender

"Kedepanya kita punya mimpi besar bahwa kami para pemenang ingin membuat komunitas pewara di Pontianak,"

Wahyudi sendiri adalah salah satu pemenang lomba pembawa acara perwakilan dari Rumah matematika dan sains Pontianak (lembaga pendidikan non formal) serta guru di pelita cemerlang school.

Tujuan dari pembentukan komunitas tersebut adalah untuk menjadikan para pembawa acara bukan hanya menghidupkan suasana tapi juga mampu membawa acara dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

"Misinya membawa acara bukan hanya menghidupkan suasana tapi penekanan pada penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, Sebagai contoh Selfi bahasa Indonesia swafoto karena biasa di gunakan adalah selfi makanya kita hanya tahu bahasa umumnya. Atau smartphone atau handphone misalnya dalam KBBI disebut gawai. Tapi kita masih bingung dikarenakan belum sempurna penguasaan bahasa diri sendiri," ujar Wahyudi.

Untuk itu dia dan kawan-kawannya sesama pemenang lomba pewara akan mencoba membuat komunitas pewara yang mampu menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar yang berada di bawah naungan UPT Balai Bahasa Kalimantan Barat.

Sebagaimana diketahui peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Yang dilaksanakan oleh empat UPT di bawah Kemendikbud itu tidak terbatas pada siswa-siswi pelajar saja, namun juga ada kesempatan untuk para dewan guru atau pegawai yang ada dilingkungan instansi pemerintah lainnya. (mg1)

Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved