Breaking News:

Geliat Pagi di Taman Tugu Digulis Untan

Dulu saya kalau mau minum pakai gelas susah, karena tangan bergetar kencang. Tapi sekarang tidak lagi

Penulis: Rizki Kurnia | Editor: Jamadin
ISTIMEWA
Sebagian anggota grup senam peremajaan diri berswafoto usai senam di Taman Tugu Digulis Kampus Universitas Tanjungpura Pontianak Kamis (26/4) pagi      

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ahmad Suroso

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Jarum jam masih menunjukkan angka 05.15, langit masih sedikit gelap. Namun denyut aktivitas warga di Taman Tugu Digulis Untan Pontianak Kamis (26/4/2018) sudah terlihat ramai.

Puluhan warga tua muda terlihat sedang jogging mengelilingi area jogging track yang sejuk dibawah rimbunannya hutan kota.

(Baca: Polsek Kembayan Grebek Tempat Produksi Miras di Tengah Hutan, Temuannya Mencengangkan )

Di sudut yang lain, saat jam menunjukkan pukul 06.00 sekitar 40 orang terlihat mengikuti senam pernafasan Peremajaan Diri. Dibawah instruktur senam Herry, mereka terlihat semangat melakukan 12 gerakan senam selama sekitar 40 menit. 

Menurut instruktur senam Herry, senam yang ia pimpin di Taman Tugu Digulis dilakukan setiap pagi, rutin, kecuali Minggu. 

"Senam pernafasan ini dilakukan mulai pukul 06.00WIB, bahkan teman-teman yang senam di area parkir Fakultas Kedokteran Untan mulainya pukul 05.00. Karena udaranya masih bersih dan segar. Setiap manusia tiap hari butuh oksigen 1488 liter dan 1355 liter nitrogen dengan senam ini yang dilakukan dengan menarik dan menghirup nafas panjang melalui mulut, kebutuhan 1488 liter oksigen itu bisa terpenuhi," kata Herry.

(Baca: Warga Roban Diciduk Polisi, Ini Kasus Yang Menjeratnya )

Hasilnya, tubuh dirasakan menjadi lebih segar sepanjang hari. Bahkan dari testimoni beberapa anggota senam, banyak yang sembuh dari sakitnya. Ada ibu anggota senam yang usianya sudah 70  tahun lebih sembuh dari sakit tremor yang dideritanya bertahun-tahun.

"Dulu saya kalau mau minum pakai gelas susah, karena tangan bergetar kencang. Tapi sekarang tidak lagi," kata ibu yang enggan disebut namanya itu.

Sebagian anggota grup senam peremajaan diri senam di Taman Tugu Digulis Kampus Universitas Tanjungpura Pontianak, Kamis (26/4) pagi     
Sebagian anggota grup senam peremajaan diri senam di Taman Tugu Digulis Kampus Universitas Tanjungpura Pontianak, Kamis (26/4) pagi    

Lain lagi pengalaman H Slamet (61). Suami mantan Kadis Pariwisata dan Olahraga Hj Hilfrida Hamid itu mengaku, sebelum ikut senam dadanya sering terasa nyeri. Bahkan pernah disarankan dokter agar jantungnya untuk dibypass kalau pengen sembuh. 

"Alhamdulillah setelah ikut senam ini setiap pagi, sudah hilang rasa nyeri di dada. Sirkulasi darah di seluruh persendian terasa lebih lancar, badan lebih fresh," kata Slamet usai ikut senam tadi pagi.

Menurut Herry, senam yang ia pimpin itu berasal dari Taiwan. Gerakan-gerakan senamnya yang didasari dengan tarikan dan hembusan nafas panjang fungsinya untuk meremajakan sel-sel tubuh. "Makanya, 6dinamakan senam peremajaan diri," ujar Herry. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved